Aku rindu
sederet kalimat romantis yang dapat meluruhkan hatiku.
Aku rindu
petikan gitar dengan lagu syahdu mengelitik kalbu.
Aku rindu
menatap pelangi ditepian bola matamu.
Aku rindu, kamu…
Inikah yang disebut rindu?
Rasa yang
selalu mengendap-endap masuk disela-sela pikiranku. Rasa yang selalu
dapat menyurutkan semangat yang sudah kupersiapkan untuk melawan hari. Tidak
adakah yang lebih menarik dari ini?
Aku benci saat rindu mulai menguasaiku, mematikan seluruh pola
pikirku.
Kau seperti
candu membuatku rela menunggu, merenggut seluruh waktuku walau semua berujung
semu.
Dimana canda
yang dapat membunuh sepiku? Dimana semangat yang dapatku andalkan saat rasa
lelah mulai menguasaiku? Dimana kau yang selalu dapat menepis tagis menjadi
tawa disela airmataku?
Apa senyummu
masih tetap sama? Senyum yang selalu dapat menggetarkan setiap pembuluh darah
yang bermuara dihatiku. Apa suaramu masih tetap hangat saat menyebut namaku?
Aku harap semua masih tetap sama saat esok hari aku menemukan sosok nyata dari
dirimu (lagi).
Janjimu
masih terekam jelas otakku. Janji menyempurnakan hidupku mengisi kehampaan
menjadi sebuah kebahagiaan.
For someone who doesn't know where.
I can’t stop missing you…
Comments
Post a Comment