Skip to main content

Katakan!


Mau berapa banyak lagi sayatan yang kau berikan?
Mau sedalam apa lagi luka yang kau torehkan?
Mau menjadikan serpihan sekecil apa lagi hatiku ini? Katakan!

Katakan semua yang kau inginkan. Selagi aku bertanya, selagi aku sanggup mendengar semua jawaban yang akan kau lontarkan. Sebab aku tak akan mengulang pertanyaan yang sama kalau kau tetap bersi keras untuk tidak mengutarakannya sekarang.

Kenyataan memang berbanding lurus dengan kejujuran selalu saja berujung menyakitkan. Terkadang sebongkah kebohongan yang dibalut dengan indah lebih menjanjikan kebahagiaan. Siapa yang tidak tergoyah untuk menjamah yang terlihat jauh lebih mudah tertangkap mata tanpa perlu menempuh proses terbiasa dengan luka atapun lara?

Apa ini bagian dari rencana memperkuat yang terpanah lemah?  hingga serupa besi baja yang tak hancur sekalipun dihantam dari segalah arah. Amarah selalu lengah mempererat yang hampir terpisah. Lelah  bersanding gundah tidak mungkin kan hanya seseorang yang bertahan dalam jengah dan terus mengalah?

Aku tak sampai hati untuk mecaci maki apa lagi membenci. Menghakimi janji yang telah membasi, yang semestinya bersemi berhias pelangi. Harus menggunakan cara apa lagi agar senyumku dapat kembali. Terlalu redup hingga cahaya mentari tak sanggup menyinari. Menepi sepi membuatku hilang kendali. Menunggu waktu saat keterpurukan tak menahanku bangkit sendiri. Tak mengharap kau kembali menemani. Sebab sendiri tak  selalu sunyi dan sunyi tak berarti sepi.

Comments