Ingin mengucapkan beribu
kata selamat untukmu. Menjejalkan berjuta doa agar kau bahagia dengan wanita
itu, wanita yang saat ini sedang besanding denganmu. Wanita yang akan selalu
mengisi hari-harimu, mengembangkan senyuman manis yang kupelihara dulu. Menangkap
tatapan sayu yang slalu dapat menyejukkan relung hatiku, itu yang paling
kurindu. Semuanya terlihat indah saat
kita bersama dulu. Saat semua belum berakhir seperti ini.
Mungkin aku memang bukan
yang terbaik walaupun sudah mencoba berulang kali. Mungkin memang dia yang kau
nanti untuk menggantikan posisiku dihati. Lalu apa gunanya aku menanti?
Berharap semua bersemi kembali, seperti janji yang kauucapkan tempo lalu sebelum
menginggalkanku pergi.
Sebab sedihmu adalah tangisku dan senyummmu adalah bagian dari bahagiaku
Tujuanku slama bersamamu
hanya ingin melihat kau tersenyum bahagia. Menutup luka yang ditorehkan masa lalumu hingga
membuatnya pulih seperti sedia kala. Setelah
itu? aku hanya ingin mempertahankan senyummu, merawat hati yang telah kau
titipkan padaku. mengisi hari-harimu dengan penuh canda dan tawa bahagia. Tidak
ada yang kuinginkan selain itu, sayang.
Walau dibalik semua itu aku menyimpan tangis, setiap malam saat kau
terlelap dan aku masih terjaga memikirkanmu yang tak kunjung beralih dari
pikiranku.
Aku
terlalu larut dalam permainanmu walau itu menyakitkan untukku. Tapi apa daya, aku slalu melakukannya
berulang-ulang dengan alasan yang sama agar kau nyaman berada disisiku.
Mungkin memang dia yang menjadi ratu hatimu.
Perlihatkan bahagiamu
padaku. Jangan sampai suatu saat nanti aku menemukanmu terpuruk karna luka yang
sama sepertiku. Merelakanmu adalah hal tersulit yang pernah kulakukan. Apa lagi
harus memberikan kepercayaan orang lain untuk menjagamu. Sebenarnya aku tak
mau, sebab aku lebih memahamimu dari pada wanita itu, tapi keadaan berkata lain
bukan? Aku harus melakukan hal yang slama ini menjadi momok bagiku.
Saat luka menghampirimu,
datanglah padaku. Menoleh kearahkanku dan lihat, aku masih disini menjaga
senyummu. Tenang sayang, jangan takut terpuruk sendiri menahan sakit jika esok
hari kau merasakan hal yang sama. Aku masih disini menanti secerca mentari yang
dulu selalu menyinari hati yang kini telah hilang bersama petang.
Comments
Post a Comment