Skip to main content

Kau yangku tunggu telah mendapatkan kebahagiaan baru.


Ingin mengucapkan beribu kata selamat untukmu. Menjejalkan berjuta doa agar kau bahagia dengan wanita itu, wanita yang saat ini sedang besanding denganmu. Wanita yang akan selalu mengisi hari-harimu, mengembangkan senyuman manis yang kupelihara dulu. Menangkap tatapan sayu yang slalu dapat menyejukkan relung hatiku, itu yang paling kurindu. Semuanya terlihat indah saat kita bersama dulu. Saat semua belum berakhir seperti ini.

Mungkin aku memang bukan yang terbaik walaupun sudah mencoba berulang kali. Mungkin memang dia yang kau nanti untuk menggantikan posisiku dihati. Lalu apa gunanya aku menanti? Berharap semua bersemi kembali, seperti janji yang kauucapkan tempo lalu sebelum menginggalkanku pergi. 

Sebab sedihmu adalah tangisku dan senyummmu adalah bagian dari bahagiaku

Tujuanku slama bersamamu hanya ingin melihat kau tersenyum bahagia. Menutup  luka yang ditorehkan masa lalumu hingga membuatnya pulih seperti sedia kala.  Setelah itu? aku hanya ingin mempertahankan senyummu, merawat hati yang telah kau titipkan padaku. mengisi hari-harimu dengan penuh canda dan tawa bahagia. Tidak ada yang kuinginkan selain itu, sayang.  Walau dibalik semua itu aku menyimpan tangis, setiap malam saat kau terlelap dan aku masih terjaga memikirkanmu yang tak kunjung beralih dari pikiranku.

Aku terlalu larut dalam permainanmu walau itu menyakitkan untukku.  Tapi apa daya, aku slalu melakukannya berulang-ulang dengan alasan yang sama agar kau nyaman berada disisiku.

Mungkin memang dia yang menjadi ratu hatimu.

Perlihatkan bahagiamu padaku. Jangan sampai suatu saat nanti aku menemukanmu terpuruk karna luka yang sama sepertiku. Merelakanmu adalah hal tersulit yang pernah kulakukan. Apa lagi harus memberikan kepercayaan orang lain untuk menjagamu. Sebenarnya aku tak mau, sebab aku lebih memahamimu dari pada wanita itu, tapi keadaan berkata lain bukan? Aku harus melakukan hal yang slama ini menjadi momok bagiku.

Saat luka menghampirimu, datanglah padaku. Menoleh kearahkanku dan lihat, aku masih disini menjaga senyummu. Tenang sayang, jangan takut terpuruk sendiri menahan sakit jika esok hari kau merasakan hal yang sama. Aku masih disini menanti secerca mentari yang dulu selalu menyinari hati yang kini telah hilang bersama petang. 

Comments