Sore yang
cerah. Matahari sepertinya masih tetap bertahan mendekap langit jingga keemasan
yang lama kelamaan akan memudar. Cahaya senja membiaskan wajahnya menjadi
tampak lebih memikat dari sebelumnya.
Aku mematung
diam tak bersuara, tak ada sepatah katapun yang mampuku lontarkan ketika
matanya menangkap mataku yang sedari tadi sedang memperhatikannya. Kami saling
menatap walau hanya sekejap. Tak sebanding dengan detak jantungku yang masih
berderu kencang walau sosoknya telah berlalu.
Aku tak
mengerti perasaan ini datang begitu tiba-tiba walaupun aku tak pernah
mengenalnya sebelumnya. Ini pertama kali kami bertemu dan ini pertama kalinya
jantungku tak dapat berhenti berdetak sejak mata kita saling bertemu.
Sejak saat
itu sosoknya selalu memenuhi pikiranku setia malam sebelum aku terlelap. Aku
tak mengerti pertemuan ini akan menjadi awal yang baik atau sebaliknya
Teruntuk kamu,
satu-satunya yang sanggup memikat
hati hingga saat ini.
Comments
Post a Comment