Skip to main content

Cowok beseragam basket hijau yang memikat.

Sore yang cerah. Matahari sepertinya masih tetap bertahan mendekap langit jingga keemasan yang lama kelamaan akan memudar. Cahaya senja membiaskan wajahnya menjadi tampak lebih memikat dari sebelumnya.

Aku mematung diam tak bersuara, tak ada sepatah katapun yang mampuku lontarkan ketika matanya menangkap mataku yang sedari tadi sedang memperhatikannya. Kami saling menatap walau hanya sekejap. Tak sebanding dengan detak jantungku yang masih berderu kencang walau sosoknya telah berlalu.

Aku tak mengerti perasaan ini datang begitu tiba-tiba walaupun aku tak pernah mengenalnya sebelumnya. Ini pertama kali kami bertemu dan ini pertama kalinya jantungku tak dapat berhenti berdetak sejak mata kita saling bertemu. 

Sejak saat itu sosoknya selalu memenuhi pikiranku setia malam sebelum aku terlelap. Aku tak mengerti pertemuan ini akan menjadi awal yang baik atau sebaliknya 

220911
Teruntuk kamu,
satu-satunya yang sanggup memikat hati hingga saat ini.


Comments