Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

Katakan!

Mau berapa banyak lagi sayatan yang kau berikan? Mau sedalam apa lagi luka yang kau torehkan? Mau menjadikan serpihan sekecil apa lagi hatiku ini? Katakan! Katakan semua yang kau inginkan. Selagi aku bertanya, selagi aku sanggup mendengar semua jawaban yang akan kau lontarkan. Sebab aku tak akan mengulang pertanyaan yang sama kalau kau tetap bersi keras untuk tidak mengutarakannya sekarang. Kenyataan memang berbanding lurus dengan kejujuran selalu saja berujung menyakitkan. Terkadang sebongkah kebohongan yang dibalut dengan indah lebih menjanjikan kebahagiaan. Siapa yang tidak tergoyah untuk menjamah yang terlihat jauh lebih mudah tertangkap mata tanpa perlu menempuh proses terbiasa dengan luka atapun lara? Apa ini bagian dari rencana memperkuat yang terpanah lemah?  hingga serupa besi baja yang tak hancur sekalipun dihantam dari segalah arah. Amarah selalu lengah mempererat yang hampir terpisah. Lelah  bersanding gundah tidak mungkin kan hanya seseorang yang...

Kita sama-sama terluka. Apa bisa merajut bahagia?

Kita serupa, sama-sama masih menyimpan luka. Namun tanpa disadari kita saling menyelipkan bahagia. Walau dilain sisi  kita juga tidak menginginkan cinta yang mulai tersumat didalamnya. Mencegah dengan berbagai cara. Mengelak dengan berbagai kata. Tapi apa daya. Terkadang perasaan menjadi raja mengalahkan logika. Hingga pada akhirnya kita mengakuinya, ada yang bergetar menjalar disudut hati apa lagi kalau bukan cinta. Kau menjadikanku pilihan, saat aku menjadikanmu keutamaan. Lakukan saja semua yang kau ingin kan, apa saja. Menjadikanmu keutamaan bukan salah satu penyesalan. Sudah beruluang kali aku tegaskan. Aku tak membutuhkan alasan ataupun balasan karna ketulusan yang sedang berperan. kau yang seharusnya berpikir ulang untuk menjadikanku pilihan. Sebab siapa lagi yang menjadi sandaran jika keterpurukan menyerang? kalau bukan aku yang datang. Mual. Ingin memuntahkan semua yang menganjal. Harus mencerna berapa banyak la gi isyarat yang kau berikan? Hingga satupun ta...

Penantian

Penantian dalam kesepian Menepis tangis dalam kesunyian. Harapan yang dulu kita impikan Kini hilang tertelan jaman. Dimana bahagia yang kau janjikan? Dimana kesetiaan yang dulu slalu kau banggakan? Saat ini semua hanya angan Angan yang menyelimutiku dalam kegelapan. Aku rindu menjadi dambaan. Dengan sejuta pujian yang selalu kau lontarkan. Aku letih memelihara kebohongan Menutupi hati yang kini remuk redam. Mungkin memang ini yang kau inginkan, Mamatikanku dengan cara perlahan.

Kau yangku tunggu telah mendapatkan kebahagiaan baru.

Ingin mengucapkan beribu kata selamat untukmu. Menjejalkan berjuta doa agar kau bahagia dengan wanita itu, wanita yang saat ini sedang besanding denganmu. Wanita yang akan selalu mengisi hari-harimu, mengembangkan senyuman manis yang kupelihara dulu. Menangkap tatapan sayu yang slalu dapat menyejukkan relung hatiku, itu yang paling kurindu. Semuanya terlihat indah saat kita bersama dulu. Saat semua belum berakhir seperti ini. Mungkin aku memang bukan yang terbaik walaupun sudah mencoba berulang kali. Mungkin memang dia yang kau nanti untuk menggantikan posisiku dihati. Lalu apa gunanya aku menanti? Berharap semua bersemi kembali, seperti janji yang kauucapkan tempo lalu sebelum menginggalkanku pergi.  Sebab sedihmu adalah tangisku dan senyummmu adalah bagian dari bahagiaku Tujuanku slama bersamamu hanya ingin melihat kau tersenyum bahagia. Menutup  luka yang ditorehkan masa lalumu hingga membuatnya pulih seperti sedia kala.  Setelah itu? aku hanya ingin...

Terselip ragu dalam rindu

Aku rindu sederet kalimat romantis yang dapat meluruhkan hatiku. Aku rindu petikan gitar dengan lagu syahdu mengelitik kalbu. Aku rindu menatap pelangi ditepian bola matamu. Aku rindu, kamu…  Inikah  yang disebut rindu? Rasa yang selalu mengendap-endap masuk disela-sela pikiranku.  Rasa yang selalu dapat menyurutkan semangat yang sudah kupersiapkan untuk melawan hari. Tidak adakah yang lebih menarik dari ini? Aku benci saat rindu mulai menguasaiku, mematikan seluruh pola pikirku. Kau seperti candu membuatku rela menunggu, merenggut seluruh waktuku walau semua berujung semu. Dimana canda yang dapat membunuh sepiku? Dimana semangat yang dapatku andalkan saat rasa lelah mulai menguasaiku? Dimana kau yang selalu dapat menepis tagis menjadi tawa disela airmataku? Apa senyummu masih tetap sama? Senyum yang selalu dapat menggetarkan setiap pembuluh darah yang bermuara dihatiku. Apa suaramu masih tetap hangat saat menyebut namaku? Aku harap semua m...

Lalu aku harus percaya siapa?

Raut wajahnya masih bersemayam dibenakku. Senyum manisnya  masih tetap mengisi relung hatiku. Genggaman tangannya masih terasa hangat disetiap jengkal jemariku. Beberapa kata yang terucap membuyarkan lamunanku. Mulutku diam membisu. Angan yang sejak tadi membayangi kini tampak semu Apa maksut perkataan tadi? Ucapan buruk yang ditujukan padanya membuatku ciut tak bernyali. Tak terbayangkan sebelumnya. Seseorang yang selalu menjadi alasan disetiap senyumku. Berubah menjadi seseorang yang dapat manghancurkan segalanya hanya dalam sekejap mata. Hatiku teriris. Semua yang seharusnya indah bersemi kini berubah menjadi tragis Kalimat nya mematikan rasa. Membuatku tak dapat bicara nyaris terbata. Mengacak-ngacak yang telah tertata. Memaksaku mencari yang tersisa walau telah tiada. Nyaris membutakan mata. Karna tak dapat menemukan yang tersisa walau disela terkecil dalam rongga dada. Yang terucap takserupa seperti yang terduga. Tak terbesit s...

Hai

Hai ! Akhirnya keturutan buat Blog juga, setelah lama ketunda karena banyak tugas dan ulangan. Enggak kerasa udah langsung ngepost 4 hahaha padahal ya itu yang udah ada di MW sejak lama. Sebenernya niat buat blog ya cuma buat tempat menampung cerita-ceritaku aja yang selama ini cm aku simpen diMemo HP sampai bejibun, nah mending dituangin kesini kan ya:p Nulis kaya gini biasanya kalau ada waktu kosong atau nggak ada kerjaan aja sih hehe dari SD sampai skarang kalau nggak ada kerjaan ya cuma kaya gini nulis cerita puisi apa aja yang penting bisa nuangin unek-unek. Kurang lebihnya ya itu alesan  aku buat blog ;D Udah dulu deh yaaaaa mau belajar besok masih ada Ulangan semester soalnya. Byee~

Cowok beseragam basket hijau yang memikat.

Sore yang cerah. Matahari sepertinya masih tetap bertahan mendekap langit jingga keemasan yang lama kelamaan akan memudar. Cahaya senja membiaskan wajahnya menjadi tampak lebih memikat dari sebelumnya. Aku mematung diam tak bersuara, tak ada sepatah katapun yang mampuku lontarkan ketika matanya menangkap mataku yang sedari tadi sedang memperhatikannya. Kami saling menatap walau hanya sekejap. Tak sebanding dengan detak jantungku yang masih berderu kencang walau sosoknya telah berlalu. Aku tak mengerti perasaan ini datang begitu tiba-tiba walaupun aku tak pernah mengenalnya sebelumnya. Ini pertama kali kami bertemu dan ini pertama kalinya jantungku tak dapat berhenti berdetak sejak mata kita saling bertemu.  Sejak saat itu sosoknya selalu memenuhi pikiranku setia malam sebelum aku terlelap. Aku tak mengerti pertemuan ini akan menjadi awal yang baik atau sebaliknya  220911 Teruntuk kamu, satu-satunya yang sanggup memikat hati hingga saat ini.

Hujan selalu punya cara memaksaku kembali menyentuh kenangan yang hampir saja hilang.

Disetiap tetes hujan terselip rasa rindu yang selama ini kupendam. Kubiarkan mengalir perlahan sampai akhirnya mengendap dipermuukaan. Sebab terlalu sulit untuk mengutarakan jika aku tau kau sudah tak tertarik menggenggam apa yang slama ini telah kutanam.  Kabut yang kian menebal dengan awan hitam yang terlihat samar-samar kini menjadi kawan dalam penantian panjang. Awal yang menyakitkan namun lama-kelamaan aku menikmatinya walau perih yang tak tertahankan. Bertahan ditengah derasnya hujan. Menatap   langit yang kian menghitam. Adakah yang dapat melepaskanku dari jerat kegelapan yang terus membayang? Bersama hujan aku menari dia t as luka yang kau torehkan. Bers ama hujan tawaku meledak lalu teredam air mata yang tak sanggupku tahan dengan sisa kekuatan. H ujan mendekap tubuhku semakin lama semakin mengencang hingga kesesakan. Sebenarnya tak sesesak saat kau mengucapkan kata perpisahan. Apa lagi itu bukan yang kuinginkan, melaikan apa sudah kau rencanakan.   ...

Sebab terbiasa akan menyulutkan cinta. Walau bukan dengan seseorang yang kau harapkan.

Wajahnya mulai berotasi dipikiran saat kekosongan datang membayang. Sebenarnya aku tidak menginginkan, hanya menyita waktu tanpa ada getar ketertarikan. Biasa saja karna dia bukan seseorang yang kuinginkan untuk menepis bayangan yang kini masih bertahan. Pikiranku melayang sejuta pertanyaan menyerang. Kenapa harus dia yang datang? Menemani hariku yang kelam berselimut kegelapan. Kenapa harus dia?yang melengkungkan senyuman yang slama ini telah tengelam bersama kenangan.  Tidak adakah seseorang yangku inginkan untuk menggantikan posisinya sekarang? Bukan dia yang kunanti. Tapi kenyataannya dialah yang selalu disisi. Menemaniku dalam sepi. Aku membangun pembatas dihati. Mengantisipasi agar rasa tidak terlanjur merajai hingga yang ku takutkan lama-lama akan terjadi..berubah menyerupai seseorang yang saling mencintai. Aku tak ingin menjadi sebab seseorang terlukai. Karnaaku tau luka dimasalalunya lebih dalam dari pada yang kurasakan saat ini. Tapi mengapa saat dia pergi...