“Selamat datang” sapa salah satu lelaki yang juga bekerja diresto khusus tuna ini. Sebelum dia sempat memberika menu. Aku sudah lebih dulu memutuskan pesanan. “Tuna saos tiram sama es lemon tea satu” Tak kugubris reaksi lelaki didepanku. Mataku sudah jauh berlari-lari menjelajahi seluruh penjuru ruangan mencari sosok Ilham. Namun tak kutemukan satupun tanda-tanda keberadaannya. “Nyari siapa mbak?” tanya lelaki itu heran, masih dengan muka kebingungan. “Enggak nyari siapa-siapa kok” “Oh. Mari silahkan duduk skalian nunggu pesanannya kami antar” “Iya mas” Lalu kuulangi lagi mencari sosoknya lebih jeli, lebih teliti dari yang tadi. Tapi…tetap saja nihil yang kudapati. Kuraih ...