Biar arloji ini menjadi saksi. Berapa banyak waktu yang kuhabisi untuk menunggumu datang kembali. “Mas, tuna bakar madu, roti isi keju, sama es susunya satu” “Oke. Tunggu dulu ya” Lelaki itu melemparkan seutas senyuman kearahku. Aku membalasnya, seraya memberikan menu yang sedari tadi kurambati setiap katanya. Untuk kesekian kalinya aku datang kemari. Resto mini yang menyediakan tuna dengan berbagai variasi. Sangat unik dan menarik, membuatku tertarik mencicipi semua menu yang tersedia disini lagi, lagi dan lagi. “Silahkan, selamat makan” Ucapnya membuyarkan lamunan. Aku yang sedari tadi asik didepan layar laptop dengan tulisan-tulisanku. Tak menyangka, makanan dan minuman yang kupesan sudah tertata tepat didepan mataku. Betapa aromanya menari-nari mengelilingi indra penciumku. “Makasih” “Sama-sama” “Tumben sendirian?” Belum sempat melumat hidangan pembukanya, bol...