Dibalik jendela, setelah bulan, ada hujan yang setia mengisi malam. Semua terasa begitu kelam. Mengganjal pikiran, ingin kumuntahkan lewat tulisan sebelum mataku lelah lalu terpejam.
Ada harap tentang-mu yang kusipikan dibalik rintik hujan.
Hujan,
Aku sering melihatmu menghabiskan
waktu bersama Tuan yang duduk dibangku paling ujung, yang sedang asik
mendengarkan lagu. Aku pernah melihatmu tiba-tiba turun saat Tuan datang, untuk
sekedar memberitahu bahwa kau akan selalu hadir mengisi hari-harinya yang
kelabu.
Bagaimana bisa berada disekitarnya tanpa perlu malu-malu?
Pasti kau disuguhi berbagai jenis
canda dan tingkahnya yang lucu. Membuat didih kepalaku, aku iri padamu.
Hujan,
Bolehkah aku menjadi bagian dari dirimu?
Membelah diri menjadi seribu, lalu
berubah menjadi butir-butir air yang siap menghujani tubuh Tuan itu. Agar aku
mampu mendekap bahu kokoh yang tak mungkinku jamah dengan jemari maupun kedua
tanganku. Agar aku tak perlu memikirkan berjuta-juta alasan untuk sekedar
berada tepat disamping Tuan saat itu.
Bulan,
Sudah lama kau menjadi penerang saat
Tuan merasa kesepian diantara gelapnya malam.
Mengeluh saja padaku, jangan canggung-canggung. Bukankah itu cukup melelahkan,
kan?
Jangan khawatir, kita bisa bertukar
posisi sekarang. Biar aku yang menggantikan, meneranginya dengan sisa kekuatan.
Sebab aku tau Tuan sering terjaga hingga fajar menjelang, tak mungkin aku
memberiakannya termenung sendirian.
Bulan,
Perkenalkan aku dengan
bintang-bintang. Dekatkan dengan yang paling bersinar, yang sering menggoda
Tuan saat dia duduk terdiam. Berkedip-kedip tepat didepan air muka hingga
membuat Tuan tersenyum melihat pesona cahyanya.
Ah, ingin rasanya kutitip salam beserta
rindu padanya. Kugantung bersama bintang yang tersebar diangkasa. Agar Tuan tau
setelah ini akan ada banyak rindu yang kusimpan dalam diam, akan ada aku yang
lebih sering memendam segalanya sendirian. Sebab waktuku tinggal sedikit lagi,
dan tak tau kapan dapat bertemu Tuan kembali.
Kurasa tulisan ini sudah lebih dari cukup, maaf
terlalu lancang menuliskan tentang dirimu, Tuan. Hanya sedikit menuangkan yang selalu
berlari-lari dipikiranku beberapa hari ini.

Comments
Post a Comment