Skip to main content

Tentang Rindu


  Ini sajak rinduku padamu. Hanya untuk kamu. Sebab ternyata tanganku tak dapat bergerak menulis yang bukan tentang kamu. Pun, otakku hanya berotasi jika titik tumpunya adalah kamu.
Ada rindu yang menggema ditelinga
Menggaduh gendang,
 hingga rasanya ingin pecah membuncah.
Itu rindu mendengar bisik suaramu
memenuhi indra pendengarku.

Ada rindu yang memberontak
mengacak-acak saraf lalu meledak.
Itu rindu yang membuatku tuli
tak dapat mendengar yang bukan suaramu.

Ada rindu yang terisap setiap hembus nafasku
menyelinap masuk birin paru-paruku.
Itu rindu yang takkan berhenti
sampai nafasku terenggut mati.

Ada rindu yang hanya mengenal semestamu.
Membuatku bisu
tak mampu berucap yang bukan tentang kamu.
Tak sanggup mengeja aksara kecuali namamu.

Ada rindu yang slalu berlari menujumu.
Hingga aku tak mengenal jalan lain
selain jalan menuju sosokmu.
Tak mengenal arah mata angin
selain arah menuju sorot teduh matamu.

Ada rindu yang mengalir bersama hemoglobin
mengisi setiap inci bagian tubuhku.
Seperti kamu yang sudah menyatu dengan rusukku,
membutuhkanmu hingga akhir hidupku.


Comments

Popular posts from this blog

Terselip ragu dalam rindu

Aku rindu sederet kalimat romantis yang dapat meluruhkan hatiku. Aku rindu petikan gitar dengan lagu syahdu mengelitik kalbu. Aku rindu menatap pelangi ditepian bola matamu. Aku rindu, kamu…  Inikah  yang disebut rindu? Rasa yang selalu mengendap-endap masuk disela-sela pikiranku.  Rasa yang selalu dapat menyurutkan semangat yang sudah kupersiapkan untuk melawan hari. Tidak adakah yang lebih menarik dari ini? Aku benci saat rindu mulai menguasaiku, mematikan seluruh pola pikirku. Kau seperti candu membuatku rela menunggu, merenggut seluruh waktuku walau semua berujung semu. Dimana canda yang dapat membunuh sepiku? Dimana semangat yang dapatku andalkan saat rasa lelah mulai menguasaiku? Dimana kau yang selalu dapat menepis tagis menjadi tawa disela airmataku? Apa senyummu masih tetap sama? Senyum yang selalu dapat menggetarkan setiap pembuluh darah yang bermuara dihatiku. Apa suaramu masih tetap hangat saat menyebut namaku? Aku harap semua m...

Hey pemerintah!

Hai! Mau cerita sedikit nih tentang yang aku post kali ini. Aku nulis ini terisnpirasi dari foto-foto yang aku ambil sendiri kemarin waktu ke daerah Bantul. Pertama nyampe sana nggak bisa bilang apa-apa. Bayangin aja ngeliat tanah berhektar-hektar besarnya dan isinya itu cuma sampah yang numpuk-numpuk belum lagi ada banyak pemulung sama hewan ternak ditengah-tengah antara sampah itu. Setiap ada trek yang dateng buang sampah disana mereka semua berebutan, nggak orang hewannya juga. Udaranya panas, bau sampahnya kemana-mana, belum nyampe 1 jam aja udah mau muntah rasanya. Miris banget ya liatnya. Enggak nyampe hati gitu. Pengen banget bantu tapi apa yang bisa dilakuin seorang anak sekolah? selain menyisihkan uang sakunya setiap minggu untuk disedekahin. Ah, harusnya pemerintah lebih perhatian lagi sama mereka. Setidaknya, kurangi korupsinyalah. Makan harta yang nggak semestinya, nggak sadar apa rakyatnya banyak yang mendertita?  Tanah berakar sampah Bau busuk meliar ...
Ternyata, tak semua dapat diungkapkan dengan kata-kata. Hanya dengan doa saja, aku dapat berbicara. Sebab tak ada daya untuk mengapainya. Kecuali....sampai Ia bersedia mengulurkan tangannya.