Ini sajak rinduku padamu. Hanya untuk kamu. Sebab ternyata tanganku tak dapat bergerak menulis yang bukan tentang kamu. Pun, otakku hanya berotasi jika titik tumpunya adalah kamu.
Menggaduh gendang,
hingga rasanya ingin pecah membuncah.
hingga rasanya ingin pecah membuncah.
Itu rindu
mendengar bisik suaramu
memenuhi
indra pendengarku.
Ada rindu
yang memberontak
mengacak-acak
saraf lalu meledak.
Itu rindu
yang membuatku tuli
tak dapat
mendengar yang bukan suaramu.
Ada rindu
yang terisap setiap hembus nafasku
menyelinap
masuk birin paru-paruku.
Itu rindu
yang takkan berhenti
sampai nafasku
terenggut mati.
Ada rindu
yang hanya mengenal semestamu.
Membuatku bisu
tak mampu
berucap yang bukan tentang kamu.
Tak sanggup
mengeja aksara kecuali namamu.
Ada rindu
yang slalu berlari menujumu.
Hingga aku
tak mengenal jalan lain
selain jalan
menuju sosokmu.
Tak mengenal
arah mata angin
selain arah
menuju sorot teduh matamu.
Ada rindu yang
mengalir bersama hemoglobin
mengisi setiap
inci bagian tubuhku.
Seperti kamu
yang sudah menyatu dengan rusukku,
membutuhkanmu
hingga akhir hidupku.

Comments
Post a Comment