Waktu terus berjalan mempertegas
bayang-bayang yang seharunya karam dengan kenangan. Menorehkan luka
yang kian membekas, merenggut kebahagiaan. menghempaskan rasa yang telah
tertanam didasar jiwa. Andai aku dapat membunuh waktu. Agar luka
yang kian meradang dapat hilang sebentar. Sebab aku rindu
menghirup aroma kebagiaan yang telah bermetafosis menjadi siksaan. aku benci
perpisahan. Apa lagi harus berpisah dengan dambaan. Saat
ini penantian yang berperan sebab kekecewaan yang mendalam tak dapat berubah
menjadi kemakluman.
Aku tak lihai menjejalkan
janji sehidup semati. Merangkai abjad demi abjad menjadikannya bingkisan yang
disebut rayuan seperti yang kau lakukan. Aku termakan buaianmu, aku terlena
dengan apa yang kau janjikan. Andai saja aku lebih lihai darimu, mungkin saat
ini bahagiaku tidak terampas sepenuhnya olehmu. Puaskah kau saat ini? Tenang
saja sayang. aku tak dapat membenci walau kau merapalkan sederet kalimat yang
slalu dapat membunuh rasa yang telah lama kujaga.
Tersenyumlah karna
senyummu yang selaluku tunggu walau sebabnya bukan aku.
Tak perlu khawatir walau
kau tau aku amatir dalam melupakan. Meyingkirkan bayangmu sehari saja aku tak
sanggup apa lagi harus melupakamu. Sulit bertahan di atas puing-puing yang
sudah kau hancurkan. Tapi apa yang dapat aku perbuat selain bertahan dan
menanti? Menanti yang jelas-jelas tak mengharapkanku. Seperti membiarkan
lukanya semakin dalam menyayat hingga dasar hati yang seharusnya tidak dapat
kau jangkau.
Ijinkan aku menyelipkan
namanya saat bercengkrama dengan Tuhan dalam sujudku.
Yang dapatku lakukan saat
ini hanya memeluknya dalam doa. Aku percaya Tuhan dapat menjaga
melebihi wanita yang saat ini bersanding dengannya.
Biarkan aku larut dalam
mimpi. Tak ingin terbangun memulai hari karna kenyataan hanya menyakiti diri
sendiri.
Andai saja bunga tidur tak
melebur saat mata tak lagi terpejap. Andai saja aku masih dapat menguraikan
senyumnya. Menatap pelangi dilingkar bola matanya. Menghirup aroma parfum yang
melekat ditubuh jenjangnya. Lagi lagi hanya dapat berharap sebab semua
hanya terjadi dalam mimpi. Semalam saja, saat aku terjaga. Terlelap berselimut
kenangan. Tidak adakah yang lebih membahagiakan dari ini?
Menghilanglah! Aku lelah
memendam gundah tanpa pernah kau acuhkan,
Menghilanglah. aku lelah
merasakan sakit disetiap inci dihati sendiri. Sosokmu selalu saja
bersemayan dipikiranku. Seperti magnet yang tak ingin lepas dari genggaman
besi. Kapan aku dapat merasakan seperti yang kau rasakan saat ini? Kapan? Kalau
sosokmu saja enggan pergi walau hanya sejenak.
sangat menyentuh sa :(
ReplyDeletejangan sedih ya har :P
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDelete