Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016
Ternyata, tak semua dapat diungkapkan dengan kata-kata. Hanya dengan doa saja, aku dapat berbicara. Sebab tak ada daya untuk mengapainya. Kecuali....sampai Ia bersedia mengulurkan tangannya.

Pergi

Semoga satuan waktu mempertemukan kita kembali; sekali lagi. photo :  Quotesgram Mas, Maafkan aku yang tak pandai menjelaskan kepergianku dengan sebab yang jelas Entah harus memulai dari mana, banyak yang ingin kuungkapkan tanpa harus meringkas Karna aku tak ingin kesalah pahaman ini terus membekas Sebenarnya, bukan inginku tuk bergegas melepasmu, mas. Hanya saja kita terlalu cepat memilih jalan pintas. Tanpa menyudahi segala tanya dengan tuntas. Apa kita memang pantas? Mas, Mungkin ini terlalu dini Kita belum lihai tuk sekedar melengkapi, masih samar membaca isi hati Pun, aku belum ahli memahami setiap arti dari degup jantungku saat ini Padalah sebelum ini, melihatmu berada disekitar saja sudah membuatku tersenyum tanpa henti. Kenapa ya Tuhan mempertemukan kita seperti ini? Kini, jarak menyekat kita semakin ketat, tak dapat lagi memandangmu lekat-lekat. Rasanya semakin berat menyapa atau bertukar pesan singkat. Apa la...

Prasangka

Ada yang tiba-tiba menyita perhatian Ada yang diam-diam saling bertukar pandang Namun, tak kunjung berbincang, sepatah katapun tak terlontarkan Kau seolah bungkam, dalam hati aku bergumam, bertanya dalam bimbang Sudah kurenungkan semalaman, Mana mungkin aku salah mengartikan tatapan, yang berulang kali tertangkap kedua bola mataku dan terekam jelas dipikiran. Aku bukan yang awam menerjemahkan kerlingan serta senyuman, apa lagi itu berasal dari paras yang sudah kuhafal hingga khatam. Hampir saja rem yang kutahan terlepas setiap malam. Sebab pikiranku melayang-layang, bayangmu bersemayam tak kunjung menghilang. Padahal, sudah berapa pekan kita tak saling bertatapan, tampan? Tak semudah itukan melupakan yang sudah terlanjur tertanam? Ah harusnya kau sadar dengan sikap yang kerap membuat detak jangtungku berdegup cepat. Sebelum terlambat, sebelum persaaan ini menghebat, semakin kuat. Beranjak dan jangan meninggalkan jejak ataupun mengelak. Pun, kelak kita tak m...

Kau yang kusebut bahagia kini menjadi siksa

Waktu terus berjalan mempertegas bayang-bayang yang seharunya karam dengan kenangan. Menorehkan luka yang kian membekas, merenggut kebahagiaan. menghempaskan rasa yang telah tertanam didasar jiwa.  Andai aku dapat membunuh waktu. Agar luka yang kian meradang dapat hilang sebentar. Sebab aku rindu menghirup aroma kebagiaan yang telah bermetafosis menjadi siksaan. aku benci perpisahan. Apa lagi harus berpisah dengan dambaan.  Saat ini penantian yang berperan sebab kekecewaan yang mendalam tak dapat berubah menjadi kemakluman. Aku tak lihai menjejalkan janji sehidup semati. Merangkai abjad demi abjad menjadikannya bingkisan yang disebut rayuan seperti yang kau lakukan. Aku termakan buaianmu, aku terlena dengan apa yang kau janjikan. Andai saja aku lebih lihai darimu, mungkin saat ini bahagiaku tidak terampas sepenuhnya olehmu. Puaskah kau saat ini? Tenang saja sayang. aku tak dapat membenci walau kau merapalkan sederet kalimat yang slalu da...

Sekali lagi, bertemu dalam mimpi

Ada yang sedari tadi berdiri, menatapku tanpa henti. Selagi aku mati-matian menahan hati untuk tidak berlari menuju peraduan yang pernah kita singgahi, tanpa disadari lelaki itu datang kemari. Tepat dibibir pintu rumahku, dengan senyum yang melingkari pipi. Tiba-tiba kakiku berjalan menelusuri bayangnya yang terpapar sinar matahari. Kenangan menjejali tiap rongga nafasku ini. Seakan tubuhku menolak untuk berhenti, terus berjalan sampai jemari kita saling bertemu kembali. Ingin rasanya merapalkan sederet pertanya yang masih menyesak didasar hati, menghakimi kata-kata yang kau lontarkan kesana kemari. Berapa lama kau pergi? Sudah lelah menjelajahi setiap kepingan hati yang ternyata tidak mampu mehadapi lakumu? Sudah kubilang, hanya aku yang lihai, hanya aku yang sanggup memahami setiap inci baik burukmu. Kurang apa lagi? Nikmati saja sisa waktu yang kau habisi untuk menyesali semua ini, sebab aku takkan kembali walau kau menawariku berulang-ulang kali. Andai saja aku sanggup mem...