Skip to main content

Pergi


Semoga satuan waktu mempertemukan kita kembali; sekali lagi.
photo : Quotesgram




Mas,


Maafkan aku yang tak pandai menjelaskan kepergianku dengan sebab yang jelas


Entah harus memulai dari mana, banyak yang ingin kuungkapkan tanpa harus meringkas


Karna aku tak ingin kesalah pahaman ini terus membekas


Sebenarnya, bukan inginku tuk bergegas melepasmu, mas.


Hanya saja kita terlalu cepat memilih jalan pintas.


Tanpa menyudahi segala tanya dengan tuntas.


Apa kita memang pantas?



Mas,


Mungkin ini terlalu dini


Kita belum lihai tuk sekedar melengkapi, masih samar membaca isi hati


Pun, aku belum ahli memahami setiap arti dari degup jantungku saat ini


Padalah sebelum ini, melihatmu berada disekitar saja sudah membuatku tersenyum tanpa henti.


Kenapa ya Tuhan mempertemukan kita seperti ini?


Kini, jarak menyekat kita semakin ketat, tak dapat lagi memandangmu lekat-lekat. Rasanya semakin berat menyapa atau bertukar pesan singkat. Apa lagi saat rindu semakin kuat, aku hanya dapat melempar isyarat berharap kau menangkap lalu datang mendekat. Agar segala penat hilang dalam dekap.

Mas,
Yang perlu kau tau, aku pergi untuk menjaga hati agar tidak terbagi, tuk tetap mencintai Tuhan dari hari ke hari. Sebab aku takut kalau saja rasa cinta menguasai, lalu menjauhanku dengan Tuhan lagi.

Walau ini bukan perkara mudah untuk menahan rasa ingin memiliki, namun percayalah rencana Tuhan sebenarnya lebih indah.

Comments

Popular posts from this blog

Terselip ragu dalam rindu

Aku rindu sederet kalimat romantis yang dapat meluruhkan hatiku. Aku rindu petikan gitar dengan lagu syahdu mengelitik kalbu. Aku rindu menatap pelangi ditepian bola matamu. Aku rindu, kamu…  Inikah  yang disebut rindu? Rasa yang selalu mengendap-endap masuk disela-sela pikiranku.  Rasa yang selalu dapat menyurutkan semangat yang sudah kupersiapkan untuk melawan hari. Tidak adakah yang lebih menarik dari ini? Aku benci saat rindu mulai menguasaiku, mematikan seluruh pola pikirku. Kau seperti candu membuatku rela menunggu, merenggut seluruh waktuku walau semua berujung semu. Dimana canda yang dapat membunuh sepiku? Dimana semangat yang dapatku andalkan saat rasa lelah mulai menguasaiku? Dimana kau yang selalu dapat menepis tagis menjadi tawa disela airmataku? Apa senyummu masih tetap sama? Senyum yang selalu dapat menggetarkan setiap pembuluh darah yang bermuara dihatiku. Apa suaramu masih tetap hangat saat menyebut namaku? Aku harap semua m...

Hey pemerintah!

Hai! Mau cerita sedikit nih tentang yang aku post kali ini. Aku nulis ini terisnpirasi dari foto-foto yang aku ambil sendiri kemarin waktu ke daerah Bantul. Pertama nyampe sana nggak bisa bilang apa-apa. Bayangin aja ngeliat tanah berhektar-hektar besarnya dan isinya itu cuma sampah yang numpuk-numpuk belum lagi ada banyak pemulung sama hewan ternak ditengah-tengah antara sampah itu. Setiap ada trek yang dateng buang sampah disana mereka semua berebutan, nggak orang hewannya juga. Udaranya panas, bau sampahnya kemana-mana, belum nyampe 1 jam aja udah mau muntah rasanya. Miris banget ya liatnya. Enggak nyampe hati gitu. Pengen banget bantu tapi apa yang bisa dilakuin seorang anak sekolah? selain menyisihkan uang sakunya setiap minggu untuk disedekahin. Ah, harusnya pemerintah lebih perhatian lagi sama mereka. Setidaknya, kurangi korupsinyalah. Makan harta yang nggak semestinya, nggak sadar apa rakyatnya banyak yang mendertita?  Tanah berakar sampah Bau busuk meliar ...
Ternyata, tak semua dapat diungkapkan dengan kata-kata. Hanya dengan doa saja, aku dapat berbicara. Sebab tak ada daya untuk mengapainya. Kecuali....sampai Ia bersedia mengulurkan tangannya.