Semoga satuan waktu mempertemukan kita
kembali; sekali lagi.
Mas,
Maafkan aku yang tak pandai menjelaskan kepergianku dengan sebab yang jelas
Entah harus memulai dari mana, banyak yang ingin kuungkapkan tanpa harus meringkas
Karna aku tak ingin kesalah pahaman ini terus membekas
Sebenarnya, bukan inginku tuk bergegas melepasmu, mas.
Hanya saja kita terlalu cepat memilih jalan pintas.
Tanpa menyudahi segala tanya dengan tuntas.
Apa kita memang pantas?
Mas,
Mungkin ini terlalu dini
Kita belum lihai tuk sekedar melengkapi, masih samar membaca isi hati
Pun, aku belum ahli memahami setiap arti dari degup jantungku saat ini
Padalah sebelum ini, melihatmu berada disekitar saja sudah membuatku tersenyum tanpa henti.
Kenapa ya Tuhan mempertemukan kita seperti ini?
Kini, jarak menyekat
kita semakin ketat, tak dapat lagi memandangmu lekat-lekat. Rasanya semakin
berat menyapa atau bertukar pesan singkat. Apa lagi saat rindu semakin kuat, aku
hanya dapat melempar isyarat berharap kau menangkap lalu datang mendekat. Agar
segala penat hilang dalam dekap.
Mas,
Yang perlu kau tau, aku pergi untuk menjaga hati agar tidak terbagi, tuk tetap
mencintai Tuhan dari hari ke hari. Sebab aku takut kalau saja rasa cinta
menguasai, lalu menjauhanku dengan Tuhan lagi.
Walau ini bukan perkara mudah untuk menahan rasa ingin memiliki, namun
percayalah rencana Tuhan sebenarnya lebih indah.

Comments
Post a Comment