Tak ada satupun
kata yang sanggup melukiskan dalamnnya kekecewaan yang pernah kurasakan. Tak
ada satupun cara tuk hapuskan segala luka yang terlanjur kau sumatkan. Dimana
bahagia yang dulu kau tawarkan? Dimana kesetiaan yang dulu slalu kau
agung-agung kan? Kenapa hanya menyisihkan kesedihan jika ada bahagia yang
terselip didalamnya? belum cukupkah luka yang kau jejalkan dengan paksa padaku?
Kau tau bagaimana hati-hatinya aku menjaga setiap inci hatimu. Kau tau
bagaimana usahaku untuk membuatmu percaya hingga hal-hal terkecil yang kadang
tak terbesit dipikiranmu. Kau tau aku tak pernah bisa benar-benar marah padamu.
Kau tau aku slalu suka membuat kejutan-kejutan kecil hanya untuk melihat seutas
senyummu. Kau pasti tau…kau pasti merasakannya, aku tau itu. Sebab ketelusan selalu
berperan didalamnya, mengiringin setiap langkahku, memperkuat pijakanku saat
bersamamu, dulu.
Aku lelah menjadi pemeran utama disetiap adegan yang
kau tuliskan.
Aku bukan wayang
yang dapat dengan mudah kau permainkan, dan kau bukan dalang yang berhak membuat
sekenario untukku perankan. Lihat saja saat adegan membahagiakan kau akan
tersenyum lalu tertawa lepas bersanding tepat disampingku. Saat memasukin
adegan yang membuat air mata meluruh sebab hati merapuh, kau diam membisu. Mencoba
untuk tidak melihatnya, menengok sedikitpun kau tak mau. Dimana letak hati yang
kau simpan? Menikmati kebahagian sendirian tanpa mengajakku ikut masuk
diantaranya. Apa sudah terbuai oleh keindahan lain yang kau simpan tanpa ada
peranku didalamnya? Bilang..bilang padaku. Jangan membuatku tak berdaya memainkan
segala peran yang kau suguhkan dengan paksaan.
Tak bolehkah aku
memilih untuk membuat sekenarioku sendiri? Membuat cerita bertemakan cinta yang
berujung bahagia tanpa perlu melalui proses terluka dengan kau didalamnya,
pastinya. Sebab aku sudah terlampau
lelah memainkan drama ini sendirian.
Air
mata mungkin satu-satunya sahabat paling dekat. Teman paling hangat dan pemeluk paling erat.
Jangan berpikir aku rapuh sebab air mata
selalu meluruh saat petang menjelang
malam. Ini bagian dari cara memperkuat
yang terlanjur melebur hancur. Kau tidak tahu bukan? Lihat saja aku skarang, aku
jauh lebih kuat dari yang kau bayangkan.
Karena air mata adalah pelampiasan tanpa batas dan doa beratas
namakan Tuhan yang akan menguatkan.
Comments
Post a Comment