Skip to main content

Dalang



Tak ada satupun kata yang sanggup melukiskan dalamnnya kekecewaan yang pernah kurasakan. Tak ada satupun cara tuk hapuskan segala luka yang terlanjur kau sumatkan. Dimana bahagia yang dulu kau tawarkan? Dimana kesetiaan yang dulu slalu kau agung-agung kan? Kenapa hanya menyisihkan kesedihan jika ada bahagia yang terselip didalamnya? belum cukupkah luka yang kau jejalkan dengan paksa padaku? Kau tau bagaimana hati-hatinya aku menjaga setiap inci hatimu. Kau tau bagaimana usahaku untuk membuatmu percaya hingga hal-hal terkecil yang kadang tak terbesit dipikiranmu. Kau tau aku tak pernah bisa benar-benar marah padamu. Kau tau aku slalu suka membuat kejutan-kejutan kecil hanya untuk melihat seutas senyummu. Kau pasti tau…kau pasti merasakannya, aku tau itu. Sebab ketelusan selalu berperan didalamnya, mengiringin setiap langkahku, memperkuat pijakanku saat bersamamu, dulu.

Aku lelah menjadi pemeran utama disetiap adegan yang kau tuliskan.

Aku bukan wayang yang dapat dengan mudah kau permainkan, dan kau bukan dalang yang berhak membuat sekenario untukku perankan. Lihat saja saat adegan membahagiakan kau akan tersenyum lalu tertawa lepas bersanding tepat disampingku. Saat memasukin adegan yang membuat air mata meluruh sebab hati merapuh, kau diam membisu. Mencoba untuk tidak melihatnya, menengok sedikitpun kau tak mau. Dimana letak hati yang kau simpan? Menikmati kebahagian sendirian tanpa mengajakku ikut masuk diantaranya. Apa sudah terbuai oleh keindahan lain yang kau simpan tanpa ada peranku didalamnya? Bilang..bilang padaku. Jangan membuatku tak berdaya memainkan segala peran yang kau suguhkan dengan paksaan.

Tak bolehkah aku memilih untuk membuat sekenarioku sendiri? Membuat cerita bertemakan cinta yang berujung bahagia tanpa perlu melalui proses terluka dengan kau didalamnya, pastinya.  Sebab aku sudah terlampau lelah memainkan drama ini sendirian.

Air mata mungkin satu-satunya sahabat paling dekat. Teman paling hangat dan pemeluk paling erat.

Jangan berpikir aku rapuh sebab air mata selalu meluruh  saat petang menjelang malam.  Ini bagian dari cara memperkuat yang terlanjur melebur hancur. Kau tidak tahu bukan? Lihat saja aku skarang, aku jauh lebih kuat dari yang kau bayangkan.  

Karena air mata adalah pelampiasan tanpa batas dan doa beratas namakan Tuhan yang akan menguatkan.

Comments

Popular posts from this blog

Kau yang kusebut bahagia kini menjadi siksa

Waktu terus berjalan mempertegas bayang-bayang yang seharunya karam dengan kenangan. Menorehkan luka yang kian membekas, merenggut kebahagiaan. menghempaskan rasa yang telah tertanam didasar jiwa.  Andai aku dapat membunuh waktu. Agar luka yang kian meradang dapat hilang sebentar. Sebab aku rindu menghirup aroma kebagiaan yang telah bermetafosis menjadi siksaan. aku benci perpisahan. Apa lagi harus berpisah dengan dambaan.  Saat ini penantian yang berperan sebab kekecewaan yang mendalam tak dapat berubah menjadi kemakluman. Aku tak lihai menjejalkan janji sehidup semati. Merangkai abjad demi abjad menjadikannya bingkisan yang disebut rayuan seperti yang kau lakukan. Aku termakan buaianmu, aku terlena dengan apa yang kau janjikan. Andai saja aku lebih lihai darimu, mungkin saat ini bahagiaku tidak terampas sepenuhnya olehmu. Puaskah kau saat ini? Tenang saja sayang. aku tak dapat membenci walau kau merapalkan sederet kalimat yang slalu da...

Hey pemerintah!

Hai! Mau cerita sedikit nih tentang yang aku post kali ini. Aku nulis ini terisnpirasi dari foto-foto yang aku ambil sendiri kemarin waktu ke daerah Bantul. Pertama nyampe sana nggak bisa bilang apa-apa. Bayangin aja ngeliat tanah berhektar-hektar besarnya dan isinya itu cuma sampah yang numpuk-numpuk belum lagi ada banyak pemulung sama hewan ternak ditengah-tengah antara sampah itu. Setiap ada trek yang dateng buang sampah disana mereka semua berebutan, nggak orang hewannya juga. Udaranya panas, bau sampahnya kemana-mana, belum nyampe 1 jam aja udah mau muntah rasanya. Miris banget ya liatnya. Enggak nyampe hati gitu. Pengen banget bantu tapi apa yang bisa dilakuin seorang anak sekolah? selain menyisihkan uang sakunya setiap minggu untuk disedekahin. Ah, harusnya pemerintah lebih perhatian lagi sama mereka. Setidaknya, kurangi korupsinyalah. Makan harta yang nggak semestinya, nggak sadar apa rakyatnya banyak yang mendertita?  Tanah berakar sampah Bau busuk meliar ...

Basket memang selalu memikat

Sore itu detak jantungku berderap seiraman pantulan bola yang sedang kau kuasai. Terik matahari menyongsong sinar jatuh tepat dilapangan tempat pertandingan.  Diantara pemain lain kau yang paling menyita perhatian. Mataku seperti enggan berpaling, tidak ingin melewatkan sedetik  pun saat kau sedang bermain. Seperti ada magnet yang menahan, membuatku tetap bertahan memandang dengan berjuta harapan yang sedang berotasi dipikiran. Sebenarnya sudah berberapa kali berada dalam situasi seperti ini namun sesering itu juga aku menangkis yang tiba-tiba menyusup diantara degup jantungku, bergelut antara pikiran dan perasaan. Setiap latihan, setiap pertandingan sebenarnya ada seseorang yang menerawang dari kejauhan. Membaca gerak-gerik permainanmu dilapangan. Badan tinggi semampai serupa ring basket yang tinggi menjuntai.  Detak jantungku memburu, berderu saat mata kita tak sengaja saling bertemu. Peluh berjatuh meluruh, telukis jelas lelah mulai menjamah tubuhmu...