Sendiri.
Memilih
sendiri bukan berarti tak ada yang menemani. Hanya harus pandai-pandai
bersahabat dengan sunyi dan sepi. Lebih jeli memahami diri sendiri dan harus
ahli menempatkan diri disetiap posisi. Mungkin sulit terlalu rumit untuk
dimengerti tapi akan terbiasa jika dilakukan berulang kali, setiap hari.
Sudah
terlalu lihai untuk sekedar menyembunyikan air mata diantara deretan tawa. Memelihara
bahagia dengan sisa kekuatan yang ada ataupun meredakan lara sebab yang bernama cinta.
Sebenarnya aku tidak sendiri sebab Tuhan akan
selalu menemani.
Mungkin
tuhan sengaja memperkenalkanku dengan luka. Agar aku lebih erat memeluknya
dalam doa. Menyelipkan nama-Nya setiap kali berkata. Mengikutsertakan Tuhan
dalam segala rencana. Sebab siapa lagi
yang kutuju kalau bukan Tuhan yang memiliki segala kesempurnaan?
Saat ini aku
sedang muak dengan berbagai bentuk janji-janji yang disuguhkan manusia. Mempercayai
kata-kata yang hanya berujung luka. Aku lelah berteman dengan lara sebab
mencinta. Bersandiwara seperti tak
terjadi apa-apa. Berpura-pura bahagia walau tersiksa. Apa ini yang sering disebut
sebagai trauma? atau aku yang masih terlalu dini untuk menyentuh hal yang
bernama cinta?
Pada akhirnya aku memutuskan untuk sendiri,
belajar mencintai Tuhan lebih dalam dari hari-hari sebelumnya.
Disetiap peristiwa,
disetiap kejadian selalu ada pelajaran diakhir cerita. Mengambil hikmah
diantara guratan luka. Menyadari bahwan hanya Tuhan yangku punya.
Sebab siapa
lagi yang dapat mengobati luka dengan doa yang terselip diantara nama-Nya? Siapa
lagi yang mampu memberikan bahagia tak berujung disela-sela kesedihan yang ada?
Siapa lagi yang sanggup memberikan janji tanpa pernah mengingkarinya? Siapa lagi
yang selalu menemani tanpa perlu kita minta? kalau bukan Tuhan yang selalu
hadir memberi segala yang kita ingikan tanpa perlu mengutarakanya. Memahami tanpa perlu menumpahkan segala perasaan
yang sedang dirasa.
Mungkin Tuhan sedang berencana manahan perasaan salah satu hambanya, agar tak dapat membagi rasa sayang dan cinta selain untuk-Nya, sepenuhnya.
Comments
Post a Comment