Skip to main content

Tuhan selalu hadir disetiap penantian.


Sendiri.

Memilih sendiri bukan berarti tak ada yang menemani. Hanya harus pandai-pandai bersahabat dengan sunyi dan sepi. Lebih jeli memahami diri sendiri dan harus ahli menempatkan diri disetiap posisi. Mungkin sulit terlalu rumit untuk dimengerti tapi akan terbiasa jika dilakukan berulang kali, setiap hari.

Sudah terlalu lihai untuk sekedar menyembunyikan air mata diantara deretan tawa. Memelihara bahagia dengan sisa kekuatan yang ada ataupun meredakan lara  sebab yang bernama cinta.

Sebenarnya aku tidak sendiri sebab Tuhan akan selalu menemani.

Mungkin tuhan sengaja memperkenalkanku dengan luka. Agar aku lebih erat memeluknya dalam doa. Menyelipkan nama-Nya setiap kali berkata. Mengikutsertakan Tuhan dalam segala rencana.  Sebab siapa lagi yang kutuju kalau bukan Tuhan yang memiliki segala kesempurnaan?

Saat ini aku sedang muak dengan berbagai bentuk janji-janji yang disuguhkan manusia. Mempercayai kata-kata yang hanya berujung luka. Aku lelah berteman dengan lara sebab mencinta.  Bersandiwara seperti tak terjadi apa-apa. Berpura-pura bahagia walau tersiksa. Apa ini yang sering disebut sebagai trauma? atau aku yang masih terlalu dini untuk menyentuh hal yang bernama cinta?

Pada akhirnya aku memutuskan untuk sendiri, belajar mencintai Tuhan lebih dalam dari hari-hari sebelumnya.

Disetiap peristiwa, disetiap kejadian selalu ada pelajaran diakhir cerita. Mengambil hikmah diantara guratan luka. Menyadari bahwan hanya Tuhan yangku punya.

Sebab siapa lagi yang dapat mengobati luka dengan doa yang terselip diantara nama-Nya? Siapa lagi yang mampu memberikan bahagia tak berujung disela-sela kesedihan­ yang ada? Siapa lagi yang sanggup memberikan janji tanpa pernah mengingkarinya? Siapa lagi yang selalu menemani tanpa perlu kita minta? kalau bukan Tuhan yang selalu hadir memberi segala yang kita ingikan tanpa perlu mengutarakanya.  Memahami tanpa perlu menumpahkan segala perasaan  yang sedang dirasa.

Mungkin Tuhan sedang berencana manahan perasaan salah satu hambanya, agar tak dapat membagi rasa sayang dan cinta selain untuk-Nya, sepenuhnya.

Comments

Popular posts from this blog

Terselip ragu dalam rindu

Aku rindu sederet kalimat romantis yang dapat meluruhkan hatiku. Aku rindu petikan gitar dengan lagu syahdu mengelitik kalbu. Aku rindu menatap pelangi ditepian bola matamu. Aku rindu, kamu…  Inikah  yang disebut rindu? Rasa yang selalu mengendap-endap masuk disela-sela pikiranku.  Rasa yang selalu dapat menyurutkan semangat yang sudah kupersiapkan untuk melawan hari. Tidak adakah yang lebih menarik dari ini? Aku benci saat rindu mulai menguasaiku, mematikan seluruh pola pikirku. Kau seperti candu membuatku rela menunggu, merenggut seluruh waktuku walau semua berujung semu. Dimana canda yang dapat membunuh sepiku? Dimana semangat yang dapatku andalkan saat rasa lelah mulai menguasaiku? Dimana kau yang selalu dapat menepis tagis menjadi tawa disela airmataku? Apa senyummu masih tetap sama? Senyum yang selalu dapat menggetarkan setiap pembuluh darah yang bermuara dihatiku. Apa suaramu masih tetap hangat saat menyebut namaku? Aku harap semua m...

Hey pemerintah!

Hai! Mau cerita sedikit nih tentang yang aku post kali ini. Aku nulis ini terisnpirasi dari foto-foto yang aku ambil sendiri kemarin waktu ke daerah Bantul. Pertama nyampe sana nggak bisa bilang apa-apa. Bayangin aja ngeliat tanah berhektar-hektar besarnya dan isinya itu cuma sampah yang numpuk-numpuk belum lagi ada banyak pemulung sama hewan ternak ditengah-tengah antara sampah itu. Setiap ada trek yang dateng buang sampah disana mereka semua berebutan, nggak orang hewannya juga. Udaranya panas, bau sampahnya kemana-mana, belum nyampe 1 jam aja udah mau muntah rasanya. Miris banget ya liatnya. Enggak nyampe hati gitu. Pengen banget bantu tapi apa yang bisa dilakuin seorang anak sekolah? selain menyisihkan uang sakunya setiap minggu untuk disedekahin. Ah, harusnya pemerintah lebih perhatian lagi sama mereka. Setidaknya, kurangi korupsinyalah. Makan harta yang nggak semestinya, nggak sadar apa rakyatnya banyak yang mendertita?  Tanah berakar sampah Bau busuk meliar ...
Ternyata, tak semua dapat diungkapkan dengan kata-kata. Hanya dengan doa saja, aku dapat berbicara. Sebab tak ada daya untuk mengapainya. Kecuali....sampai Ia bersedia mengulurkan tangannya.