Saat pertama menjadi
segalanya. Saat kenangan dipertahankan untuk tidak dilupakan.
Satu. Kamu & rindu.
Kalimat yang akan selalu bersanding
lues dihidupku. Sejak awal kita bertemu, beberapa tahun yang lalu. Kamu, dengan
sikap konyol dan segudang lelucon yang lucu. Saat itu kita juga masih sama-sama
lugu. Mengeja rindu dengan cara berbeda setiap kali kita bertemu, dulu.
Rindu beradu diantara deru nafasku,
menghimpit aturan hirup yang mulai meninggi. Kenangan beberapa tahun yang lalu
tiba-tiba masuk menusuk-nusuk rusuk yang sempat remuk sebab terlalu
mencintai. Menggenapi yang belum terisi. Memaksaku kembali menyentuh memori yang sempat mati.
Ada
yang menahan memaksa tetap bertahan.. Sudah terlampau lama kita tak saling menguatkan. Jarak selalu
punya peran dalam hal memisahkan. Bergulat dengan keadaan, berharap kau datang
dan jangan kembali menghilang. Sebab namamu sudah terlanjur menetap dan
mendapat tempat paling dalam.
Heran. Mengapa selalu sosokmu yang
datang memenuhi pikiran? Padahal sudah berulang kali ada yang menggantikan. Apa
karna hanya kamu yang sanggup membuatku nyaman? Atau mungkin ini termasuk
rencana Tuhan agar aku tak berhenti untuk tetap merindukan dan memperjuangkan? Entahlan
aku juga tak paham.
Beberapa waktu lalu kita sempat
bertemu. Setelah beberapa tahun hanya saling memandang dalam gambar-gambar
semu. Berkomunikasi hanya dengan pesan singkat yang slaluku tunggu. Tapi Itu sudah
cukup mengobati rasa rinduku, apa kau tahu itu? Sekalipun aku hanya diam membisu. Memendamnya sendiri
tanpa mengatakannya padamu sebab aku malu. Semoga saja kau tahu itu.
Comments
Post a Comment