Kamu menarik, membuatku tertarik.
Sosok yang tidak sengaja kutemui
diluar rencana, sanggup
menyita beberapa waktuku hanya
untuk memandanginya. Kita
saling mengunci pandang dalam
jarak yang cukup panjang. Singkat namun memikat. Ada rasa yang menjalar
kesudut dada, bergetar membuat degup jantung tak beraturan. Aku tak sanggup membaca apa yang terlitas
dikerlingan matanya. Terlalu takut untuk
saling bertukar pandang dengan waktu yang lama. Kita tak saling berkenalan apa
lagi berbicara.
Seperti
biasa, aku tetap bergelut dengan kesibukanku tanpa bertanya itu siapa, ataupun
kembali mencuri-curi pandang melihatnya.
Aku juga tak mengetahui apa yang sedang dia lakukan, walau kita ditempat
yang sama, hanya terhalang pintu pembatas yang terbuka. Sebenarnya ada rasa
yang memaksaku untuk bertanya, tapi
disisi lain seperti ada yang membisikaan untuk tetap diam tak bersuara.
Sapaan darimu seperti semangat baru
untukku.
Aku tak
menyangka, pada akhirnya kita saling memperkenalkan nama. Bertukar kabar dan berbagi cerita bersama. Ada asa yang terselip diantara rasa. Menahan derap langkah yang tiba-tiba membuncah kehilangan arah. Membujuk untuk
tidak mengikuti alur main yang muncul bersama bait-bait kata yang terpecah ditepian bibirnya, membuatku terpanah lemah tak berdaya.
Cinta tidak mengenal usia bukan? Pertanyaan
yang sama selalu berputar-putar dipikiran. Kita terpaut beberapa tahun. Seharusnya
tidak menjadi persoalan. Kedewasaan
seseorang tidak diukur melalui usia kan? Tapi mengapa aku
memberatkan hal yang dapat dimaklumi dengan alasan yang sebenarnya menguatkan.
200113-Menahan perasaan
yang tiba-tiba tumbuh itu tidak mudah.
Comments
Post a Comment