Skip to main content

Teruntuk, Jodohku.

Sayang, dimana saat ini kau menetap? dirumah? dikantor? 
Tak inginkah cepat-cepat bertatap? 

Bagaimana hari-hari yang kau jalani saat ini?
Aku tak sabar ingin mendengar kisahmu. Bagaimana laki-laki hebat sepertimu menakhlukan dunia sebelum bersanding denganku.

Sayang, aku saat ini benar-benar lelah; rasanya ingin menyerah. 
Berdiri menyongsong masa depan sendirian ternyata tidak mudah.

Ingin menangis dipelukmu, ingin bersandar dibahumu.

Sayang, aku harus bagaimana lagi yaah agar Allah mempercepat langkamu menujuku? 
Aku sudah merayu-Nya setiap sepertiga malam, pun setiap waktu.

Aku tunggu tahun ini ya.
Semoga kita menyatu dengan keajaiban dari campur tangan Allah. 
Sebab aku percaya tidak ada yang tidak mungkin saat aku berharap pada-Nya. Berharap dapat beribadah seumur hidup bersamamu.


Sayang, aku benar-benar bertahan karena Allah. Karena sholat lima waktu yang jaraknya tidak jauh, sehingga setiap kali hati ini terasa pilu, kemudian azan berkumandang. Lalu aku buru-buru mengambil air wudhu untuk bertemu dengan Allah dan menceritakan seluruh resahku, kemudian meminta-Nya mendekapku. Seketika aku bisa bangkit lagi.
Begitu terus. 


Comments

Popular posts from this blog

Terselip ragu dalam rindu

Aku rindu sederet kalimat romantis yang dapat meluruhkan hatiku. Aku rindu petikan gitar dengan lagu syahdu mengelitik kalbu. Aku rindu menatap pelangi ditepian bola matamu. Aku rindu, kamu…  Inikah  yang disebut rindu? Rasa yang selalu mengendap-endap masuk disela-sela pikiranku.  Rasa yang selalu dapat menyurutkan semangat yang sudah kupersiapkan untuk melawan hari. Tidak adakah yang lebih menarik dari ini? Aku benci saat rindu mulai menguasaiku, mematikan seluruh pola pikirku. Kau seperti candu membuatku rela menunggu, merenggut seluruh waktuku walau semua berujung semu. Dimana canda yang dapat membunuh sepiku? Dimana semangat yang dapatku andalkan saat rasa lelah mulai menguasaiku? Dimana kau yang selalu dapat menepis tagis menjadi tawa disela airmataku? Apa senyummu masih tetap sama? Senyum yang selalu dapat menggetarkan setiap pembuluh darah yang bermuara dihatiku. Apa suaramu masih tetap hangat saat menyebut namaku? Aku harap semua m...

Hey pemerintah!

Hai! Mau cerita sedikit nih tentang yang aku post kali ini. Aku nulis ini terisnpirasi dari foto-foto yang aku ambil sendiri kemarin waktu ke daerah Bantul. Pertama nyampe sana nggak bisa bilang apa-apa. Bayangin aja ngeliat tanah berhektar-hektar besarnya dan isinya itu cuma sampah yang numpuk-numpuk belum lagi ada banyak pemulung sama hewan ternak ditengah-tengah antara sampah itu. Setiap ada trek yang dateng buang sampah disana mereka semua berebutan, nggak orang hewannya juga. Udaranya panas, bau sampahnya kemana-mana, belum nyampe 1 jam aja udah mau muntah rasanya. Miris banget ya liatnya. Enggak nyampe hati gitu. Pengen banget bantu tapi apa yang bisa dilakuin seorang anak sekolah? selain menyisihkan uang sakunya setiap minggu untuk disedekahin. Ah, harusnya pemerintah lebih perhatian lagi sama mereka. Setidaknya, kurangi korupsinyalah. Makan harta yang nggak semestinya, nggak sadar apa rakyatnya banyak yang mendertita?  Tanah berakar sampah Bau busuk meliar ...
Ternyata, tak semua dapat diungkapkan dengan kata-kata. Hanya dengan doa saja, aku dapat berbicara. Sebab tak ada daya untuk mengapainya. Kecuali....sampai Ia bersedia mengulurkan tangannya.