Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2013

Satu dan rindu

Bantu aku mencerna setiap pikiran yang tiba-tiba datang saat menatap mata yang dulu sempat menjadi permata dihidupku. Bantu aku menebak yang berdetak semakin kencang saat tubuhnya berdiri tepat disampingku. Bantu aku menahan rindu saat genggaman tangannya tak sengaja menghangatkan tanganku. Bantu aku melupakan kenangan yang datang beriringan dengan turunnya rintik-rintik air hujan, hari itu. Untuk pertama kalinya, aku tak sanggup menerka rasa yang tak kunjung menghilang. Padahal sosoknya sangat amat semu untuk dapat dipandang berulang-ulang. Sudah bertahun-tahun kita saling mengenal. Sudah terlampau banyak kenangan-kenangan yang kau tanamkan. Tak ada yang menghilang, masihku simpan. Tertata rapi dibirin-birin hati dan pikiran. Kali ini kau tak memiliki hak untuk melarang, biarkan aku menjaga yang masih terselip diantara kenangan beberapa tahun silam. Tak perlu kujelaskan panjang lebar, kau pasti paham. Kalau Tuhan sanggup membolak-balik...

Dalang

Tak ada satupun kata yang sanggup melukiskan dalamnnya kekecewaan yang pernah kurasakan. Tak ada satupun cara tuk hapuskan segala luka yang terlanjur kau sumatkan. Dimana bahagia yang dulu kau tawarkan? Dimana kesetiaan yang dulu slalu kau agung-agung kan? Kenapa hanya menyisihkan kesedihan jika ada bahagia yang terselip didalamnya? belum cukupkah luka yang kau jejalkan dengan paksa padaku? Kau tau bagaimana hati-hatinya aku menjaga setiap inci hatimu. Kau tau bagaimana usahaku untuk membuatmu percaya hingga hal-hal terkecil yang kadang tak terbesit dipikiranmu. Kau tau aku tak pernah bisa benar-benar marah padamu. Kau tau aku slalu suka membuat kejutan-kejutan kecil hanya untuk melihat seutas senyummu. Kau pasti tau…kau pasti merasakannya, aku tau itu. Sebab ketelusan selalu berperan didalamnya, mengiringin setiap langkahku, memperkuat pijakanku saat bersamamu, dulu. Aku lelah menjadi pemeran utama disetiap adegan yang kau tuliskan. Aku bukan wayang yang dapat dengan mudah ...

Cerita

Langit meremang. Aku duduk termenung berpangku tangan. Bintang sebagian menghilang, hanya terlihat satu dua yang bersinar terang. Apa langit ikut merasakan yang menganjal diantara degup jantung yang kian mengencang? Sebab penantian tak kunjung menemukan titik terang; keajaiban. Sudah hampir setahun aku menunggu pangeran pemberi kebahagiaan datang. Melengkapi tulang rusuk yang sempat menghilang. Berapa pelabuhan lagi yang harusku tinggalkan? Harus mengayuh berapa lautan lagi agar aku dapat menemukan? Aku sudah kelelahan, berusaha mati-matian mempertahankan sisa kekuatan, sendirian. Jangan bersembunyi terlalu jauh dari hati. Aku tak suka kau permaini. Kembali dan genapi hati yang telah mati terkubur janji-janji basi teringkari. Setelah itu perkenalkan aku dengan mentari maupun pelangi, sekali lagi. Pandanganku terlalu redup untuk menangkap sinarnya sendiri. Berlarilah kemari, aku akan menyambutmu sepenuh hati, tanpa pernah meninggalkanmu pergi. Bukan mengharapkan masa lalu, ...