Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2013

Andai usia tidak membatasi cinta.

Kamu menarik, membuatku tertarik. Sosok yang tidak sengaja kutemui diluar rencana , sanggup menyita beberapa waktu ku hanya untuk memandanginya. K ita saling mengunci pandang dalam jarak yang cukup panjang.  Singkat  namun memikat. Ada rasa yang menjalar kesudut dada, bergetar membuat degup jantung tak beraturan. Aku tak sanggup membaca apa yang terlitas dikerlingan matanya. Terlalu takut untuk saling bertukar pandang dengan waktu yang lama. Kita tak saling berkenalan apa lagi berbicara. Seperti biasa, aku tetap bergelut dengan kesibukanku tanpa bertanya itu siapa, ataupun kembali mencuri-curi pandang melihatnya.  Aku juga tak mengetahui apa yang sedang dia lakukan, walau kita ditempat yang sama, hanya terhalang pintu pembatas yang terbuka. Sebenarnya ada rasa yang memaksaku untuk bertanya,  tapi disisi lain seperti ada yang membisikaan untuk tetap diam tak bersuara. Sapaan darimu seperti semangat baru untukku. Aku tak menyangka, pada akhirnya k...

Tuhan selalu hadir disetiap penantian.

Sendiri. Memilih sendiri bukan berarti tak ada yang menemani. Hanya harus pandai-pandai bersahabat dengan sunyi dan sepi. Lebih jeli memahami diri sendiri dan harus ahli menempatkan diri disetiap posisi. Mungkin sulit terlalu rumit untuk dimengerti tapi akan terbiasa jika dilakukan berulang kali, setiap hari. Sudah terlalu lihai untuk sekedar menyembunyikan air mata diantara deretan tawa. Memelihara bahagia dengan sisa kekuatan yang ada ataupun meredakan lara  sebab yang bernama cinta. Sebenarnya aku tidak sendiri sebab Tuhan akan selalu menemani . Mungkin tuhan sengaja memperkenalkanku dengan luka. Agar aku lebih erat memeluknya dalam doa. Menyelipkan nama-Nya setiap kali berkata. Mengikutsertakan Tuhan dalam segala rencana.  Sebab siapa lagi yang kutuju kalau bukan Tuhan yang memiliki segala kesempurnaan? Saat ini aku sedang muak dengan berbagai bentuk janji-janji yang disuguhkan manusia. Mempercayai kata-kata yang hanya berujung luka. Aku lelah bertema...

Satu berpadu rindu

Saat pertama menjadi segalanya. Saat kenangan dipertahankan untuk tidak dilupakan. Satu. Kamu & rindu. Kalimat yang akan selalu bersanding lues dihidupku. Sejak awal kita bertemu, beberapa tahun yang lalu. Kamu, dengan sikap konyol dan segudang lelucon yang lucu. Saat itu kita juga masih sama-sama lugu. Mengeja rindu dengan cara berbeda setiap kali kita bertemu, dulu. Rindu beradu diantara deru nafasku, menghimpit aturan hirup yang mulai meninggi. Kenangan beberapa tahun yang lalu t iba-tiba masuk menusuk-nusuk rusuk yang sempat remuk sebab terlalu mencintai. Menggenapi yang belum terisi. Mem aksaku kembali menyentuh memori yang sempat mati.  Ada yang menahan memaksa tetap bertahan. . Sudah terlampau lama kita tak saling menguatkan. Jarak selalu punya peran dalam hal memisahkan. Bergulat dengan keadaan, berharap kau datang dan jangan kembali menghilang. Sebab namamu sudah terlanjur menetap dan mendapat tempat paling dalam. Heran. Mengapa selalu sosokm...