Skip to main content

Posts

Bersama

Kali ini, biarkan aku menerka yang tak tertangkap oleh mata. Jujur saja, aku masih belum bisa menjadi seorang wanita idaman; yang kau dambakan. Aku masih belum bisa menjadi seperti yang kau inginkan. Aku masih jauh dari kata sempurna serupa yang kau bayangkan. Aku masih tak dapat menjadi sebab kau bahagia dalam kehidupan. Aku… Aku.. Rasanya begitu banyak kurang yang kutuang sembarang disetiap cangkir kehidupanmu. Yang seharusnya kubuang tak kubiarkan kau menelan seluruhnya sendirian. Mesesapi luka diantara bahagia yangku punya. Membiarkanmu menyesak ditepian, menahan memar legam. Dengan cara apa kau bertahan, sayang? Menahun bersama harap yang tak kunjung menjadi kenyataan. Merasakan setiap sesak tanpa ada akuyang menjadi tumpu kekuatan. Maaf, membuatmu menunggu terlalu lama. Satuan waktu mana lagi yang tak memakiku, sebab membiarkanmu menua dengan pilu. Membiarkanmu menyinggahi hati yang seharusnya hanya untukku. Membiarkanmu mencicipi cinta yang bukan ...

Kita diantara kata (End)

“Selamat datang” sapa salah satu lelaki yang juga bekerja diresto khusus tuna ini. Sebelum dia sempat memberika menu. Aku sudah lebih dulu memutuskan pesanan. “Tuna saos tiram sama es lemon tea satu” Tak kugubris reaksi lelaki didepanku. Mataku sudah jauh berlari-lari menjelajahi seluruh penjuru ruangan mencari sosok Ilham. Namun tak kutemukan satupun tanda-tanda keberadaannya.                 “Nyari siapa mbak?” tanya lelaki itu heran, masih dengan muka kebingungan.                 “Enggak nyari siapa-siapa kok”     “Oh. Mari silahkan duduk skalian nunggu pesanannya kami antar”                 “Iya mas” Lalu kuulangi lagi mencari sosoknya lebih jeli, lebih teliti dari yang tadi. Tapi…tetap saja nihil yang kudapati. Kuraih ...