Skip to main content

Posts

Kita diantara kata (II)

Ilham baratra Putra. Seorang mahasiswa yang berasal dari salah sati fakultas swasta diYogyakarta. Lelaki tinggi berisi yang menyisihkan sebagian waktunya dengan mendirikan resto mini khusus ikan tuna. Kita memang tak pernah saling berjabat tangan untuk berkenalan. Tentang pertemuan yang tak terduga sebelumnya, kebetulan-kebetulan yang sering bermunculan. Semua berjalan begitu saja tanpa sebuah rencana. Tak pernah sedikitpun terbesit dalam benakku, sampai   berakhir pada pesan singkat yang akhir-akhir ini bermunculan dilayar handphone-ku. Sempurna sudah hidupku. Semenjak saat itu aku lebih sering datang menemuinya. Kuhabisi luangku disana. Memperhatikan lakunya, menunggu pesananku dibuatkan olehnya. Sesederhana itu yang kusebut bahagia. Selalu begitu seterunya. Seperti sudah menjadi bagian dari rutinitas baruku. Datang menemuinya, berbicara (seadanya) padanya, memesan menu buatannya, memperhatikan lakunya. Ah, sampai aku nyaris hafal semua yang ia lakukan, baju yang...

Kita diantara kata.

Biar arloji ini menjadi saksi.  Berapa banyak waktu yang kuhabisi untuk menunggumu datang kembali.             “Mas, tuna bakar madu, roti isi keju, sama es susunya satu” “Oke. Tunggu dulu ya” Lelaki itu melemparkan seutas senyuman kearahku. Aku membalasnya, seraya memberikan menu yang sedari tadi kurambati setiap katanya. Untuk kesekian kalinya aku datang kemari. Resto mini yang menyediakan tuna dengan berbagai variasi. Sangat unik dan menarik, membuatku tertarik mencicipi semua menu yang tersedia disini lagi, lagi dan lagi. “Silahkan, selamat makan”  Ucapnya membuyarkan lamunan. Aku yang sedari tadi asik didepan layar laptop dengan tulisan-tulisanku. Tak menyangka, makanan dan minuman yang kupesan sudah tertata tepat didepan mataku. Betapa aromanya menari-nari mengelilingi indra penciumku.  “Makasih”  “Sama-sama”  “Tumben sendirian?” Belum sempat melumat hidangan pembukanya, bol...