Memang benar, selama ini hanya Allah yang paling mengerti keadaan
serta perasaan saya.
Hanya Allah yang selalu ada saat saya benar-benar membutuhkan
seseorang untuk bersandar.
Hanya dengan Allah saya bisa bercerita, berbagi segala rasa, lara,
maupun bahagia.
Hanya pelukan dari Allah yang paling membuat saya tenang.
Hanya hadir-Nya yang membuat saya kuat untuk bertahan dan tak
lepas melempar senyuman ke pada dunia, hingga yang mereka tau saya bahagia.
Walau sebenarnya saya ingin berlari dari dunia yang membuat
saya menitihkan air mata, membuat saya ingin berteriak, membuat saya ingin
menyerah.
Alhamdulillah...Allah tidak meninggalkan saya, tidak akan
meninggalkan hambanya. Maaf beribu maaf sebab saya masih saja melakukan
kesalahan sebagai manusia biasa, selalu berharap hidayah dan pengampunan
atasnya.
Semoga suatu saat nanti, saya mendapatkan kesempatan untuk bertemu
dengan-Nya. Sebagai hamba yang selalu rindu ingin bertemu, sebab Allah adalah
satu-satunya tempat untuk kembali setiap waktu.
3 Mei 2018
Tulisan beberapa menit
lalu, tuk melepas sesak di dada, disela-sela kerjaan yang harus diselesaikan.
Comments
Post a Comment