"Tanda cinta paling dalam, saat kamu mendoakannya diam-diam"
Allah mengajarkan bagaimana cara mencintai dengan doa. Walaupun tidak tau akhirnya akan seperti apa, tapi ketahuilah itu usaha selain mencoba memperbaiki diri setiap harinya. Ia milik Allah, biar saja Allah yang tau, Allah yang mengatur segalanya dengan kerahasian-Nya.
Rindu,
Sudah berapa malam rindu yang selalu menjadi pengantar tidur dan berharap bertemu dengannya dalam mimpi. Sudah setiap kali membuka kontaknya untuk mengucap rindu yang pada akhirnyaku urungkan, berharap Allah saja yang menyampaikan, dengan cara-Nya. Dari pada, kuberucap rindu lebih baik kutuangkan melalui cerita dan doaku pada-Nya.
Kabar,
Ingin rasanya bertanya, mengetahui bahwa kau baik-baik saja. Ku urungkan (lagi), lebih baik mendoakannya, semoga Allah akan selalu menjaga setiap langkah yang Ia lalui.
Bagaimana kariernya? Ku urungkan (lagi), lebih baik mendoakannya, semoga Allah selalu memberikan Ia kemudahan saat mengerjakan segala urusannya di dunia.
Cinta,
Ingin berkata bahwa aku mencintainya, tapi kali ini ku urungkan (lagi dan lagi). Biar Allah saja yang tau, sedalam dan sesering apa aku bercerita tentangnnya disetiap sujudku.
Banyak sekali, yang ingin aku tanyakan dan sampaikan dalam diamku ini. Aku harap kesabaran akan selalu membersamai hari-hari yangku lalui.
Sebab aku tau, aku hanyalah manusia biasa. Tak banyak yang bisaku lakukan tanpa bantuan-Nya dan Allah-lah yang memilikinya, memiliki hatinya. Hanya Ia yang mampu membolak-balik hati setiap hamba-Nya.
Pun, aku tak tau...jodoh atau ajal yang menjemputku lebih dulu. Semoga saat salah satunya datang menghampiri, aku sudah siap dengan segala bekal dan usahaku dalam memperbaiki diri saat ini.

Comments
Post a Comment