Skip to main content


"Tanda cinta paling dalam, saat kamu mendoakannya diam-diam"

Allah mengajarkan bagaimana cara mencintai dengan doa. Walaupun tidak tau akhirnya akan seperti apa, tapi ketahuilah itu usaha selain mencoba memperbaiki diri setiap harinya. Ia milik Allah, biar saja Allah yang tau, Allah yang mengatur segalanya dengan kerahasian-Nya.

Rindu,
Sudah berapa malam rindu yang selalu menjadi pengantar tidur dan berharap bertemu dengannya dalam mimpi. Sudah setiap kali membuka kontaknya untuk mengucap rindu yang pada akhirnyaku urungkan, berharap Allah saja yang menyampaikan, dengan cara-Nya. Dari pada, kuberucap rindu lebih baik kutuangkan melalui cerita dan doaku pada-Nya.

Kabar,
Ingin rasanya bertanya, mengetahui bahwa kau baik-baik saja. Ku urungkan (lagi), lebih baik mendoakannya, semoga Allah akan selalu menjaga setiap langkah yang Ia lalui.

Bagaimana kariernya? Ku urungkan (lagi), lebih baik mendoakannya, semoga Allah selalu memberikan Ia kemudahan saat mengerjakan segala urusannya di dunia.

Cinta,
Ingin berkata bahwa aku mencintainya, tapi kali ini ku urungkan (lagi dan lagi). Biar Allah saja yang tau, sedalam dan sesering apa aku bercerita tentangnnya disetiap sujudku.

Banyak sekali, yang ingin aku tanyakan dan sampaikan dalam diamku ini. Aku harap kesabaran akan selalu membersamai hari-hari yangku lalui.

Sebab aku tau, aku hanyalah manusia biasa. Tak banyak yang bisaku lakukan tanpa bantuan-Nya dan Allah-lah yang memilikinya, memiliki hatinya. Hanya Ia yang mampu membolak-balik hati setiap hamba-Nya.


Pun, aku tak tau...jodoh atau ajal yang menjemputku lebih dulu. Semoga saat salah satunya datang menghampiri, aku sudah siap dengan segala bekal dan usahaku dalam memperbaiki diri saat ini.

Comments

Popular posts from this blog

Terselip ragu dalam rindu

Aku rindu sederet kalimat romantis yang dapat meluruhkan hatiku. Aku rindu petikan gitar dengan lagu syahdu mengelitik kalbu. Aku rindu menatap pelangi ditepian bola matamu. Aku rindu, kamu…  Inikah  yang disebut rindu? Rasa yang selalu mengendap-endap masuk disela-sela pikiranku.  Rasa yang selalu dapat menyurutkan semangat yang sudah kupersiapkan untuk melawan hari. Tidak adakah yang lebih menarik dari ini? Aku benci saat rindu mulai menguasaiku, mematikan seluruh pola pikirku. Kau seperti candu membuatku rela menunggu, merenggut seluruh waktuku walau semua berujung semu. Dimana canda yang dapat membunuh sepiku? Dimana semangat yang dapatku andalkan saat rasa lelah mulai menguasaiku? Dimana kau yang selalu dapat menepis tagis menjadi tawa disela airmataku? Apa senyummu masih tetap sama? Senyum yang selalu dapat menggetarkan setiap pembuluh darah yang bermuara dihatiku. Apa suaramu masih tetap hangat saat menyebut namaku? Aku harap semua m...

Hey pemerintah!

Hai! Mau cerita sedikit nih tentang yang aku post kali ini. Aku nulis ini terisnpirasi dari foto-foto yang aku ambil sendiri kemarin waktu ke daerah Bantul. Pertama nyampe sana nggak bisa bilang apa-apa. Bayangin aja ngeliat tanah berhektar-hektar besarnya dan isinya itu cuma sampah yang numpuk-numpuk belum lagi ada banyak pemulung sama hewan ternak ditengah-tengah antara sampah itu. Setiap ada trek yang dateng buang sampah disana mereka semua berebutan, nggak orang hewannya juga. Udaranya panas, bau sampahnya kemana-mana, belum nyampe 1 jam aja udah mau muntah rasanya. Miris banget ya liatnya. Enggak nyampe hati gitu. Pengen banget bantu tapi apa yang bisa dilakuin seorang anak sekolah? selain menyisihkan uang sakunya setiap minggu untuk disedekahin. Ah, harusnya pemerintah lebih perhatian lagi sama mereka. Setidaknya, kurangi korupsinyalah. Makan harta yang nggak semestinya, nggak sadar apa rakyatnya banyak yang mendertita?  Tanah berakar sampah Bau busuk meliar ...
Ternyata, tak semua dapat diungkapkan dengan kata-kata. Hanya dengan doa saja, aku dapat berbicara. Sebab tak ada daya untuk mengapainya. Kecuali....sampai Ia bersedia mengulurkan tangannya.