Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Tangis Suriah

Waktu itu pengen ikutan  #letshelpsyria  yang di adain  @actforhumanity . Tapi nggak kekejar buatnya, yauda dipost aja. Walaupun tidak lihai merangkai kata, semoga bisa saling mengingatkan, kalau msh banyak sodara muslim yang membutuhkan bantuan :"

Allah

Memang benar, selama ini hanya Allah yang paling mengerti keadaan serta perasaan saya. Hanya Allah yang selalu ada saat saya benar-benar membutuhkan seseorang untuk bersandar. Hanya dengan Allah saya bisa bercerita, berbagi segala rasa, lara, maupun bahagia. Hanya pelukan dari Allah yang paling membuat saya tenang.  Hanya hadir-Nya yang membuat saya kuat untuk bertahan dan tak lepas melempar senyuman ke pada dunia, hingga yang mereka tau saya bahagia. Walau sebenarnya saya ingin berlari dari dunia yang membuat saya menitihkan air mata, membuat saya ingin berteriak, membuat saya ingin menyerah.  Alhamdulillah...Allah tidak meninggalkan saya, tidak akan meninggalkan hambanya. Maaf beribu maaf sebab saya masih saja melakukan kesalahan sebagai manusia biasa, selalu berharap hidayah dan pengampunan atasnya. Semoga suatu saat nanti, saya mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan-Nya. Sebagai hamba yang selalu rindu ingin bertemu, sebab Allah adalah satu-satun...

it's you

Mas kau tau siapa saja yang mencintaimu dengan tulus? Allah SWT Mencintai hambanya lebih dari siapapun. Dia yang selalu ada untukmu, menjagamu, melihatmu, mendengarkanmu, mengampunimu. Tak ada yang lebih sempurna mecintaimu, selain Allah. Rasulullah SAW Begitu mencintai umatnya, dan kau salah satunya Orang Tua Pun, mencintaimu dengan segala yang beliau miliki Lalu, aku Yang mencintaimu dalam diamku, dalam doa-doaku dan kau tau itu.

Dilan

"Karena Dilan suka menyisipkan puisi diakhir buku PR Melia, mungkin sebelum memberikan buku PRnya, Milea juga bisa menyelipkan sajak sederhana untuknya" ❤ Ini tulisan coba2 yang dibuat saat istirahat mengerjakan kerjaan. Walau aku tidak pandai merangkai kata, anggap saja aku Melia, saat membacanya. Ini hanya sajak sangat singkat dan sederhana. Mencoba menjadi Milea dengan karakter dan kata-kata yang biasa Ia ucapkan.

Ibu

Ibu, saya rindu. Ini sudah lebih dari dua minggu, beliau hadir dipikiran saya. Begitu jelas bagaimana wajah dan mimik muka saat saya selalu bertemu dengan beliau. Beliau bukan ibu kandung saya, tapi saya menyanyanginya. Mungkin saya juga tidak menyadari bagaimana perasaan itu tumbuh begitu saja. Saya tidak tau mengapa air mata tak kunjung mereda setiap saya mengingatnya. Ingin memeluknya. Tapi saya tidak ada kemampuan untuk bertemu secara langsung dengannya. Ibu, mungkin saat ini saya hanya bisa berharap dan berdoa kepada Allah untukmu. Semoga Allah menyampaikan doa dan salamku untuk ibu. Semoga ibu selalu diberi kesehatan, kekuatan, kesabaran dan kebaikan yang selalu mengitari ibu. Aamiin ya robbal alamin.. Bu, semoga Allah memberi kesempatan lagi agar kita bisa bertemu.                                                       ...
"Tanda cinta paling dalam, saat kamu mendoakannya diam-diam" Allah mengajarkan bagaimana cara mencintai dengan doa. Walaupun tidak tau akhirnya akan seperti apa, tapi ketahuilah itu usaha selain mencoba memperbaiki diri setiap harinya. Ia milik Allah, biar saja Allah yang tau, Allah yang mengatur segalanya dengan kerahasian-Nya. Rindu, Sudah berapa malam rindu yang selalu menjadi pengantar tidur dan berharap bertemu dengannya dalam mimpi. Sudah setiap kali membuka kontaknya untuk mengucap rindu yang pada akhirnyaku urungkan, berharap Allah saja yang menyampaikan, dengan cara-Nya. Dari pada, kuberucap rindu lebih baik kutuangkan melalui cerita dan doaku pada-Nya. Kabar, Ingin rasanya bertanya, mengetahui bahwa kau baik-baik saja. Ku urungkan ( lagi ), lebih baik mendoakannya, semoga Allah akan selalu menjaga setiap langkah yang Ia lalui. Bagaimana kariernya? Ku urungkan ( lagi ), lebih baik mendoakannya, semoga Allah selalu memberikan Ia kemudahan sa...