Mas,
Mungkin kita belum pernah
berjumpa atau saling bertatap muka. Namun, mengapa Allah menyemat rasa yang tak
semestinya kupunya?
Kuungkap semua
rasa yang menyesak didada. Aku tak tahan lagi membiarkannya memenuhi pikiran,
membiarkannya memenuhi angan-angan yang hanya dengan menghitung waktu saja akan
menghilang. Ini tidak masuk akal, bagaimana bisa sosoknya tiba-tiba menjadi
pemeran utama padahal dia bukan seseorang yang kukenal.
YaAllah...
Ini tak mungkin terjadi, tak
seharusnya terjadi padaku saat ini.
Bagaimana Engkau membiarkanku
memiliki rasa yang jelas-jelas tak mungkin kugapai? Walau dengan seluruh
kekuatan, tak ada kemampuan ataupun keyakinan yang kumiliki. Jemariku tak
mungkin dapat meraihnya, terlampau tinggi.
Kalau memang bukan dia yang
Engkau restui, tolong hapus rasa ini pergi. Perlahan dari hari ke hari, biarkan
menghilang hingga tak ada lagi yang tersisa dihati. Andai waktu dapat diputar
kembali, lalu aku diperkenankan untuk memilih, aku tak akan memilih untuk
memiliki perasaan ini.
Allah maha pembolak balik
perasaan. Dari detik pertama hingga saat perasaan ini sudah tertanam, ijinkan
aku berbagi segala rasa ini hanya dengan-Mu. Sebab aku percaya, hanya Engkau
yang sanggup membuatnya menjadi seperti sedia kala.
Comments
Post a Comment