Skip to main content

Tak seharusnya.

Mas,

Mungkin kita belum pernah berjumpa atau saling bertatap muka. Namun, mengapa Allah menyemat rasa yang tak semestinya kupunya?

Kuungkap semua rasa yang menyesak didada. Aku tak tahan lagi membiarkannya memenuhi pikiran, membiarkannya memenuhi angan-angan yang hanya dengan menghitung waktu saja akan menghilang. Ini tidak masuk akal, bagaimana bisa sosoknya tiba-tiba menjadi pemeran utama padahal dia bukan seseorang yang kukenal.

YaAllah...

Ini tak mungkin terjadi, tak seharusnya terjadi padaku saat ini.

Bagaimana Engkau membiarkanku memiliki rasa yang jelas-jelas tak mungkin kugapai? Walau dengan seluruh kekuatan, tak ada kemampuan ataupun keyakinan yang kumiliki. Jemariku tak mungkin dapat meraihnya, terlampau tinggi.

Kalau memang bukan dia yang Engkau restui, tolong hapus rasa ini pergi. Perlahan dari hari ke hari, biarkan menghilang hingga tak ada lagi yang tersisa dihati. Andai waktu dapat diputar kembali, lalu aku diperkenankan untuk memilih, aku tak akan memilih untuk memiliki perasaan ini.

Allah maha pembolak balik perasaan. Dari detik pertama hingga saat perasaan ini sudah tertanam, ijinkan aku berbagi segala rasa ini hanya dengan-Mu. Sebab aku percaya, hanya Engkau yang sanggup membuatnya menjadi seperti sedia kala.


Comments

Popular posts from this blog

Terselip ragu dalam rindu

Aku rindu sederet kalimat romantis yang dapat meluruhkan hatiku. Aku rindu petikan gitar dengan lagu syahdu mengelitik kalbu. Aku rindu menatap pelangi ditepian bola matamu. Aku rindu, kamu…  Inikah  yang disebut rindu? Rasa yang selalu mengendap-endap masuk disela-sela pikiranku.  Rasa yang selalu dapat menyurutkan semangat yang sudah kupersiapkan untuk melawan hari. Tidak adakah yang lebih menarik dari ini? Aku benci saat rindu mulai menguasaiku, mematikan seluruh pola pikirku. Kau seperti candu membuatku rela menunggu, merenggut seluruh waktuku walau semua berujung semu. Dimana canda yang dapat membunuh sepiku? Dimana semangat yang dapatku andalkan saat rasa lelah mulai menguasaiku? Dimana kau yang selalu dapat menepis tagis menjadi tawa disela airmataku? Apa senyummu masih tetap sama? Senyum yang selalu dapat menggetarkan setiap pembuluh darah yang bermuara dihatiku. Apa suaramu masih tetap hangat saat menyebut namaku? Aku harap semua m...

Hey pemerintah!

Hai! Mau cerita sedikit nih tentang yang aku post kali ini. Aku nulis ini terisnpirasi dari foto-foto yang aku ambil sendiri kemarin waktu ke daerah Bantul. Pertama nyampe sana nggak bisa bilang apa-apa. Bayangin aja ngeliat tanah berhektar-hektar besarnya dan isinya itu cuma sampah yang numpuk-numpuk belum lagi ada banyak pemulung sama hewan ternak ditengah-tengah antara sampah itu. Setiap ada trek yang dateng buang sampah disana mereka semua berebutan, nggak orang hewannya juga. Udaranya panas, bau sampahnya kemana-mana, belum nyampe 1 jam aja udah mau muntah rasanya. Miris banget ya liatnya. Enggak nyampe hati gitu. Pengen banget bantu tapi apa yang bisa dilakuin seorang anak sekolah? selain menyisihkan uang sakunya setiap minggu untuk disedekahin. Ah, harusnya pemerintah lebih perhatian lagi sama mereka. Setidaknya, kurangi korupsinyalah. Makan harta yang nggak semestinya, nggak sadar apa rakyatnya banyak yang mendertita?  Tanah berakar sampah Bau busuk meliar ...
Ternyata, tak semua dapat diungkapkan dengan kata-kata. Hanya dengan doa saja, aku dapat berbicara. Sebab tak ada daya untuk mengapainya. Kecuali....sampai Ia bersedia mengulurkan tangannya.