Skip to main content

Tetaplah seperti ini.

Boleh kubagi resahku dalam tulisan ini? Sekali saja, sebab hati ini tak kunjung selesai menghakimi diri.

Sayang, kalaupun kita tak lagi satu tuju, kau akan tetap berada disisiku, kan?

Andai kau tau seberapa banyak gelisah menghantuiku sepanjang hari, kekhawatiran tentangmu yang sesekali menyusupi hati dan tak kunjung pergi. Bahkan berbagai kemungkinan menari-nari dalam pikiran yang belum tentu terjadi. Ah, coba aku bisa begitu saja percaya sepenuhnya denganmu, mungkin takkan ada resah yang menghambur dalam benakku ini. Maklumi sekali lagi aku yang begini, sebab terkadang  rasa takut kehilanganmu menyelinap tanpa permisi.

Harus berulang kali menenangkan diri, padahal kau selalu menyakini, takkan pergi.

Akhirnya saat ini tiba, dimana kita tak dapat lagi beriringan kesana-kemari. Akan ada jarak membentang tinggi,  mengiringi  setiap langkah kita menuju cita-cita dan mimpi yang belum tergapai. Akan ada begitu banyak rindu yang membisu sebab waktu belum mengijinkan kita bertemu.  Akan ada berlipat-lipat doa agar Allah menjaga hati kita untuk tetap menyatu. Tapi, itu semua takkan menjadi masalah kan, sayang? Seperti yang pernah kau ucapkan padaku, tak peduli seberapa panjang jarak yang akan kita lalui, yang perlu kau ketahui adalah seberapa besar cinta yang kita miliki untuk tetap merasa dekat; rekat dihati.

Sungguh, teramat sangat aman dan nyaman bersama denganmu. Bisa, kau tak jauh-jauh dariku? Semua sudah seperti yang slama ini kau dambakan, sama seperti yang kuharapkan. Tetap saling menggenggam apapun yang akan terjadi didepan, jangan melepas dekapanmu ditengah perjalanan, sebab dengan begitu aku merasa tenang.

Tetaplah seperti ini, sayang.  

Comments

Popular posts from this blog

Terselip ragu dalam rindu

Aku rindu sederet kalimat romantis yang dapat meluruhkan hatiku. Aku rindu petikan gitar dengan lagu syahdu mengelitik kalbu. Aku rindu menatap pelangi ditepian bola matamu. Aku rindu, kamu…  Inikah  yang disebut rindu? Rasa yang selalu mengendap-endap masuk disela-sela pikiranku.  Rasa yang selalu dapat menyurutkan semangat yang sudah kupersiapkan untuk melawan hari. Tidak adakah yang lebih menarik dari ini? Aku benci saat rindu mulai menguasaiku, mematikan seluruh pola pikirku. Kau seperti candu membuatku rela menunggu, merenggut seluruh waktuku walau semua berujung semu. Dimana canda yang dapat membunuh sepiku? Dimana semangat yang dapatku andalkan saat rasa lelah mulai menguasaiku? Dimana kau yang selalu dapat menepis tagis menjadi tawa disela airmataku? Apa senyummu masih tetap sama? Senyum yang selalu dapat menggetarkan setiap pembuluh darah yang bermuara dihatiku. Apa suaramu masih tetap hangat saat menyebut namaku? Aku harap semua m...

Hey pemerintah!

Hai! Mau cerita sedikit nih tentang yang aku post kali ini. Aku nulis ini terisnpirasi dari foto-foto yang aku ambil sendiri kemarin waktu ke daerah Bantul. Pertama nyampe sana nggak bisa bilang apa-apa. Bayangin aja ngeliat tanah berhektar-hektar besarnya dan isinya itu cuma sampah yang numpuk-numpuk belum lagi ada banyak pemulung sama hewan ternak ditengah-tengah antara sampah itu. Setiap ada trek yang dateng buang sampah disana mereka semua berebutan, nggak orang hewannya juga. Udaranya panas, bau sampahnya kemana-mana, belum nyampe 1 jam aja udah mau muntah rasanya. Miris banget ya liatnya. Enggak nyampe hati gitu. Pengen banget bantu tapi apa yang bisa dilakuin seorang anak sekolah? selain menyisihkan uang sakunya setiap minggu untuk disedekahin. Ah, harusnya pemerintah lebih perhatian lagi sama mereka. Setidaknya, kurangi korupsinyalah. Makan harta yang nggak semestinya, nggak sadar apa rakyatnya banyak yang mendertita?  Tanah berakar sampah Bau busuk meliar ...
Ternyata, tak semua dapat diungkapkan dengan kata-kata. Hanya dengan doa saja, aku dapat berbicara. Sebab tak ada daya untuk mengapainya. Kecuali....sampai Ia bersedia mengulurkan tangannya.