Boleh
kubagi resahku dalam tulisan ini? Sekali saja, sebab hati ini tak kunjung
selesai menghakimi diri.
Sayang,
kalaupun kita tak lagi satu tuju, kau akan tetap berada disisiku, kan?
Andai kau tau seberapa banyak
gelisah menghantuiku sepanjang hari, kekhawatiran tentangmu yang sesekali
menyusupi hati dan tak kunjung pergi. Bahkan berbagai kemungkinan menari-nari
dalam pikiran yang belum tentu terjadi. Ah, coba aku bisa begitu saja percaya sepenuhnya
denganmu, mungkin takkan ada resah yang menghambur dalam benakku ini. Maklumi
sekali lagi aku yang begini, sebab terkadang rasa takut kehilanganmu menyelinap tanpa
permisi.
Harus berulang kali menenangkan
diri, padahal kau selalu menyakini, takkan pergi.
Akhirnya saat ini tiba, dimana kita
tak dapat lagi beriringan kesana-kemari. Akan ada jarak membentang tinggi, mengiringi setiap langkah kita menuju cita-cita dan mimpi
yang belum tergapai. Akan ada begitu banyak rindu yang membisu sebab waktu
belum mengijinkan kita bertemu. Akan ada
berlipat-lipat doa agar Allah menjaga hati kita untuk tetap menyatu. Tapi, itu
semua takkan menjadi masalah kan, sayang? Seperti yang pernah kau ucapkan
padaku, tak peduli seberapa panjang jarak yang akan kita lalui, yang perlu kau
ketahui adalah seberapa besar cinta yang kita miliki untuk tetap merasa dekat;
rekat dihati.
Sungguh, teramat sangat aman dan
nyaman bersama denganmu. Bisa, kau tak jauh-jauh dariku? Semua sudah seperti yang slama ini kau dambakan,
sama seperti yang kuharapkan. Tetap saling menggenggam apapun yang akan terjadi
didepan, jangan melepas dekapanmu ditengah perjalanan, sebab dengan begitu aku
merasa tenang.
Tetaplah seperti ini,
sayang.
Comments
Post a Comment