Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2013

Begitu singkat, Tuan.

Dibalik jendela, setelah bulan, ada hujan yang setia mengisi malam. Semua terasa begitu kelam. Mengganjal pikiran, ingin kumuntahkan lewat tulisan sebelum mataku lelah lalu terpejam. Ada harap tentang-mu yang kusipikan dibalik rintik hujan.    Hujan, Aku sering melihatmu menghabiskan waktu bersama Tuan yang duduk dibangku paling ujung, yang sedang asik mendengarkan lagu. Aku pernah melihatmu tiba-tiba turun saat Tuan datang, untuk sekedar memberitahu bahwa kau akan selalu hadir mengisi hari-harinya yang kelabu. Bagaimana bisa berada disekitarnya tanpa perlu malu-malu?  Pasti kau disuguhi berbagai jenis canda dan tingkahnya yang lucu. Membuat didih kepalaku, aku iri padamu. Hujan, Bolehkah aku menjadi bagian dari dirimu?  Membelah diri menjadi seribu, lalu berubah menjadi butir-butir air yang siap menghujani tubuh Tuan itu. Agar aku mampu mendekap bahu kokoh yang tak mungkinku jamah dengan jemari maupun kedua tanganku. Agar aku tak...

Tentang Rindu

  Ini sajak rinduku padamu. Hanya untuk kamu. Sebab ternyata tanganku tak dapat bergerak menulis yang bukan tentang kamu. Pun, otakku hanya berotasi jika titik tumpunya adalah kamu. Ada rindu yang menggema ditelinga Menggaduh gendang,  hingga rasanya ingin pecah membuncah. Itu rindu mendengar bisik suaramu memenuhi indra pendengarku. Ada rindu yang memberontak mengacak-acak saraf lalu meledak. Itu rindu yang membuatku tuli tak dapat mendengar yang bukan suaramu. Ada rindu yang terisap setiap hembus nafasku menyelinap masuk birin paru-paruku. Itu rindu yang takkan berhenti sampai nafasku terenggut mati. Ada rindu yang hanya mengenal semestamu. Membuatku bisu tak mampu berucap yang bukan tentang kamu. Tak sanggup mengeja aksara kecuali namamu. Ada rindu yang slalu berlari menujumu. Hingga aku tak mengenal jalan lain selain jalan menuju sosokmu. Tak mengenal arah mata angin selain arah menuju sorot teduh matamu. A...