Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2013

Pangeran muda

Malam ini pikiranku melayang mengudara Mengitari bintang-bintang diujung angkasa Berdansa bersama rembulan berlagukan cinta Hai pangeran muda! Apa yang sedang kau lakukan diluar sana? Berhentilah menatapku begitu Membuat degup jantungku tak menentu Kau tau kan aku gagu berkata rindu? Walau begitu... Jangan pernah ragu Apa lagi pergi meninggalkanku Sebab namamu sudah melekat dihatiku 21.50 . Mataku tak kunjung mengatup masih menunggu pesan singkat darimu.   .

Terimakasih cinta, maaf membuatmu terluka.

Tak ada kata yang dapat mengungkap seberapa besar kepeduliannya padaku. Tak ada angka yang dapat menghitung banyaknya cinta yang dia berikan padaku. Harusnya aku begitu bahagia, sebab doa diatas lukaku ini kini menjadi nyata. Begitu nyata. Namun mengapa Tuhan tak kunjung menghardikkan rasa? Aku kehabisan cara. Begitu dalam luka memar dirongga dada hingga rasanya hatiku ini seperti mati rasa. Tak sanggup lagi membedakan segala yang disebut cinta, semua sama saja. Apa yang sedang berotasi dipikiranmu sampai-sampai luka kau anggap bukan apa-apa? Kau bilang kau baik-baik saja? Dengan air mata yang mengambang dipelupuk matamu, iya? Jangan bohongi aku soal hati. Aku bisa menjadi yang paling mengerti setelah apa yang pernah kualami. Apa hanya dengan alasan cinta dan setia kau bertahan? Perasaan seperti apa yang slama ini kau tanam kalau aku tak pernah berencana memupuknya begitu dalam. Jangan pandang aku dengan wajah muram! Aku tak sampai hati menatap air mukamu, begitu kelam denga...

Cinta kita berbeda, berjeda.

Bagaimana bisa Tuhan menyumat rasa setelah detik pertama aku menatap matanya? Seperti halilintar menyambar semesta. Mata tajamnya begitu erat menyemat detak tak bernada. Mengorak-arik pikir memporak-porandakan logika. Kenapa kau begitu sempurna diantara indahnya dunia? Rasanya ingin menghilang ditelan bayang pantulan senja. Sebelum matanya menangkap sosok yang sedari tadi menatap bentuk likuk paras tampannya. Kenapa cinta begitu melekat diantara kita? Rasaku begitu nyata padannya. Tak dapat mengelak cinta yang tumbuh semakin dalam tak berdasar didada. Kenapa Tuhan tak cepat-cepat mengakhiri cinta yang mulai meraja dijiwa? Cinta yang jelas-jelas diharamkan dalam agama. Cinta yang jelas-jelas tak dapat kupertahankan hanya dengan alasan setia. Sebab kita berbeda, walau cinta yang kita punya sempurna. Tuhan kita sama-sama satu. Kepercayaan kita yang tak dapat menyatu. Bukankah setiap agama mulia? Walau disisi lain kita amat sangat jauh berbeda. Rasanya ingin tetap bertahan...