Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2013

Acak

Telapak tak berjejak Sosok pemilik detak Merangkak tergulung ombak. Tergeletak menepi retak. Jika Tuhan berkehendak Siapa yang sanggup mengelak? Sepucuk kata melapuk Janji terkutuk Mengingkar, Menjadi dosa yang menumpuk. Waktu kembali bisu. Risau berparas sendu Tak kunjung berlalu. Bait-bait doa saling berpadu Melantunkan ayat penenang kalbu. Serupa madu, Pemanis diantara pahit hidupku. Sembah sujud Tuhan-mu Tempat mengadu Pemberi janji bahagia tanpa pilu.

Diamku menyembunyikan rahasia soal rasa

Kata terikat tak sanggup terucap saat mata saling menatap. Hanya terdengar helaian nafas melirih terhempas angin melepas sesak ditepian dada. Tak ada keberanian mengungkap yang mendesak disekitar indra perasa. Bergejolak mengelak segala yang tumbuh semakin nyata. Sebab tak ada yang sanggup menerka, menebak rasa akan jatuh pada siapa. Serupa aku, yang tiba-tiba melihatmu dengan cara berbeda.  Tak lagi sama seperti pertama kita berjumpa. Kamu terlalu maya hingga semu tak lagi sanggup menangkap senyummu. Setiap senja ditempat yang sama, aku menunggu tawa pemecah resah. Meringkuk diantara pelupuk kabut. Mengintip dibalik birin-birin kemelut. Mengerut  bersibah kalut. Andai mulut sanggup melumat semua yang bertemakan dirimu. Mungkin aku tak usah repot-repot mencari sosok pengobat pilu. Saat sendu mengaduh semakin riuh. Sebab aku butuh tempat berlabuh. Bisakah bersinggah sejenak dibahu kokoh milikmu hingga rapuh jenuh untuk meluruh? Saat jarak pemisah bermain peran....

Kebahagiaan Bersama Tuhan.

Malam penuh ketenangan Bermandikan cahaya rembulan Bertabur bintang memancarkan sinar keabadian Diantara kegelapan, Aku melantunkan doa-doa atas nama Tuhan. Kepedihan tak kunjung menghilang Selalu datang bergantian. Dimana kebahagiaan yang selalu dijanji-janjikan? Aku menanti masih dengan doa yang selalu berperan. Angin dingin menyejukkan Berhembus membuncahkan lamunan Seperti ingin menyadarkan Menyampaikan pesan atas segala pertanyaan Soal keraguaan atas rencana Tuhan. Seperti ditampar, aku tersadar dari mimpi panjang Saat doa selalu dilafalkan Saat kau selalu melibatkan Tuhan Bahagia memainkan peranan, Tak akan menghilang dari pangkuan. Sebab kebahagiaan yang takkan pernah tergantikan, Adalah kebahagiaan bersama Tuhan.

Basket memang selalu memikat

Sore itu detak jantungku berderap seiraman pantulan bola yang sedang kau kuasai. Terik matahari menyongsong sinar jatuh tepat dilapangan tempat pertandingan.  Diantara pemain lain kau yang paling menyita perhatian. Mataku seperti enggan berpaling, tidak ingin melewatkan sedetik  pun saat kau sedang bermain. Seperti ada magnet yang menahan, membuatku tetap bertahan memandang dengan berjuta harapan yang sedang berotasi dipikiran. Sebenarnya sudah berberapa kali berada dalam situasi seperti ini namun sesering itu juga aku menangkis yang tiba-tiba menyusup diantara degup jantungku, bergelut antara pikiran dan perasaan. Setiap latihan, setiap pertandingan sebenarnya ada seseorang yang menerawang dari kejauhan. Membaca gerak-gerik permainanmu dilapangan. Badan tinggi semampai serupa ring basket yang tinggi menjuntai.  Detak jantungku memburu, berderu saat mata kita tak sengaja saling bertemu. Peluh berjatuh meluruh, telukis jelas lelah mulai menjamah tubuhmu...