Skip to main content

Dia yang datang tiba-tiba bisa menjadi yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya.



Berawal dari pertemuan singkat yang tak terduga-duga. Sampai pada akhirnya saat ini kita saling berbagi cerita disetiap harinya. Pesan-pesan singkat pembawa semangat penghibur lara. Kata-kata sederhana penyebab bahagia. Kamu menyenangkan begitu juga dengan percakapan yang biasanya kita bicarakan. Hanya topik-topik biasa yang tidak menyinggung soal rasa. Tapi mengapa tetap menarik untuk diperbincangkan bersama?  

Aku bukan termasuk seseorang yang mudah jatuh cinta, Apa lagi menaruh rasa mengharapkan bahagia. Sebab tidak semua pertemuan berujung bahagia, bukan? Bisa saja dia datang untuk mempertemukanku dengan luka. Siapa yang bisa menebak rencana Tuhan kedepannya bagaimana.  Walau terkadang yang nyata tidak terjadi seperti yang slama ini disangka-sangka. Itu sebabnya doa selalu kulantunkan mengharap Tuhan memberikan yang terbaik untuk hambaNya. 

Kalaupun dengan membuka percakapan duluan atau mengutarakan sanggup mengubah keadaan, aku tetap meimilih untuk berdiam. Memendam membuatku lebih merasa nyaman, memelihara rasa sendirian cukup mengasikkan. Namun harus pandai-pandai mengontrol dan manahan emosi yang kadang meledak duluan. 

Terimakasih sudah menjadi obat pelipur lara. Pemberi semangat saat kejenuhan melanda dan hadir seperti pahlawan penyelamat disela-sela kekacauan yang ada, walau terkadang kehadirannya tidak disengaja.

Untuk seseorang yang diam-diam menyita perhatianku, merotasikan pikiran pada satu titik tumpu, yaitu kamu.

Comments

Popular posts from this blog

Terselip ragu dalam rindu

Aku rindu sederet kalimat romantis yang dapat meluruhkan hatiku. Aku rindu petikan gitar dengan lagu syahdu mengelitik kalbu. Aku rindu menatap pelangi ditepian bola matamu. Aku rindu, kamu…  Inikah  yang disebut rindu? Rasa yang selalu mengendap-endap masuk disela-sela pikiranku.  Rasa yang selalu dapat menyurutkan semangat yang sudah kupersiapkan untuk melawan hari. Tidak adakah yang lebih menarik dari ini? Aku benci saat rindu mulai menguasaiku, mematikan seluruh pola pikirku. Kau seperti candu membuatku rela menunggu, merenggut seluruh waktuku walau semua berujung semu. Dimana canda yang dapat membunuh sepiku? Dimana semangat yang dapatku andalkan saat rasa lelah mulai menguasaiku? Dimana kau yang selalu dapat menepis tagis menjadi tawa disela airmataku? Apa senyummu masih tetap sama? Senyum yang selalu dapat menggetarkan setiap pembuluh darah yang bermuara dihatiku. Apa suaramu masih tetap hangat saat menyebut namaku? Aku harap semua m...

Hey pemerintah!

Hai! Mau cerita sedikit nih tentang yang aku post kali ini. Aku nulis ini terisnpirasi dari foto-foto yang aku ambil sendiri kemarin waktu ke daerah Bantul. Pertama nyampe sana nggak bisa bilang apa-apa. Bayangin aja ngeliat tanah berhektar-hektar besarnya dan isinya itu cuma sampah yang numpuk-numpuk belum lagi ada banyak pemulung sama hewan ternak ditengah-tengah antara sampah itu. Setiap ada trek yang dateng buang sampah disana mereka semua berebutan, nggak orang hewannya juga. Udaranya panas, bau sampahnya kemana-mana, belum nyampe 1 jam aja udah mau muntah rasanya. Miris banget ya liatnya. Enggak nyampe hati gitu. Pengen banget bantu tapi apa yang bisa dilakuin seorang anak sekolah? selain menyisihkan uang sakunya setiap minggu untuk disedekahin. Ah, harusnya pemerintah lebih perhatian lagi sama mereka. Setidaknya, kurangi korupsinyalah. Makan harta yang nggak semestinya, nggak sadar apa rakyatnya banyak yang mendertita?  Tanah berakar sampah Bau busuk meliar ...
Ternyata, tak semua dapat diungkapkan dengan kata-kata. Hanya dengan doa saja, aku dapat berbicara. Sebab tak ada daya untuk mengapainya. Kecuali....sampai Ia bersedia mengulurkan tangannya.