Sayang, dimana saat ini kau menetap? dirumah? dikantor? Tak inginkah cepat-cepat bertatap? Bagaimana hari-hari yang kau jalani saat ini? Aku tak sabar ingin mendengar kisahmu. Bagaimana laki-laki hebat sepertimu menakhlukan dunia sebelum bersanding denganku. Sayang, aku saat ini benar-benar lelah; rasanya ingin menyerah. Berdiri menyongsong masa depan sendirian ternyata tidak mudah. Ingin menangis dipelukmu, ingin bersandar dibahumu. Sayang, aku harus bagaimana lagi yaah agar Allah mempercepat langkamu menujuku? Aku sudah merayu-Nya setiap sepertiga malam, pun setiap waktu. Aku tunggu tahun ini ya. Semoga kita menyatu dengan keajaiban dari campur tangan Allah. Sebab aku percaya tidak ada yang tidak mungkin saat aku berharap pada-Nya. Berharap dapat beribadah seumur hidup bersamamu. Sayang, aku benar-benar bertahan karena Allah. Karena sholat lima waktu yang jaraknya tidak jauh, sehingga setiap kali hati ini terasa pil...