Kali ini, biarkan aku menerka yang tak tertangkap oleh mata. Jujur saja, aku masih belum bisa menjadi seorang wanita idaman; yang kau dambakan. Aku masih belum bisa menjadi seperti yang kau inginkan. Aku masih jauh dari kata sempurna serupa yang kau bayangkan. Aku masih tak dapat menjadi sebab kau bahagia dalam kehidupan. Aku… Aku.. Rasanya begitu banyak kurang yang kutuang sembarang disetiap cangkir kehidupanmu. Yang seharusnya kubuang tak kubiarkan kau menelan seluruhnya sendirian. Mesesapi luka diantara bahagia yangku punya. Membiarkanmu menyesak ditepian, menahan memar legam. Dengan cara apa kau bertahan, sayang? Menahun bersama harap yang tak kunjung menjadi kenyataan. Merasakan setiap sesak tanpa ada akuyang menjadi tumpu kekuatan. Maaf, membuatmu menunggu terlalu lama. Satuan waktu mana lagi yang tak memakiku, sebab membiarkanmu menua dengan pilu. Membiarkanmu menyinggahi hati yang seharusnya hanya untukku. Membiarkanmu mencicipi cinta yang bukan ...