Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2013

Kau senja menyerupai pelangi.

Serupa sutra senja, sempurna. Semburat warna jingga mendekap erat langit barat dunia. Cahaya keemasaan dengan tepian merah muda memikat jiwa. Membiaskan wajah tampan bak seorang raja. Hadirmu datang membawa kabar gembira Bahagia tak terkira. Matahari merangkak menuju sudut barat katulistiwa. Meninggalkan kisah manis pelipur lara. Membuncah menepikan resah yang melanda. Terimakasih pangeran bermahkotakan senja. Senyummu melengkungkan pelangi hari ini. Tak bertepi menyejukkan hati. Bersinar cerah, secerah   mentari pagi Seperti bidadari duniawi . Menari-nari tarian warna pelangi. Mejikuhibiniu saling mengenapi. Melukiskan secarik puisi Bertemakan cinta abadi. Dalam diam aku selalu menanti Pangeran bermahkotakan senja, dengan senyum pelangi tak bertepi.

Dia yang datang tiba-tiba bisa menjadi yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya.

Berawal dari pertemuan singkat yang tak terduga-duga. Sampai pada akhirnya saat ini kita saling berbagi cerita disetiap harinya. Pesan-pesan singkat pembawa semangat penghibur lara. Kata-kata sederhana penyebab bahagia. Kamu menyenangkan begitu juga dengan percakapan yang biasanya kita bicarakan. Hanya topik-topik biasa yang tidak menyinggung soal rasa. Tapi mengapa tetap menarik untuk diperbincangkan bersama?    Aku bukan termasuk seseorang yang mudah jatuh cinta, Apa lagi menaruh rasa mengharapkan bahagia. Sebab tidak semua pertemuan berujung bahagia, bukan? Bisa saja dia datang untuk mempertemukanku dengan luka. Siapa yang bisa menebak rencana Tuhan kedepannya bagaimana.   Walau terkadang yang nyata tidak terjadi seperti yang slama ini disangka-sangka. Itu sebabnya doa selalu kulantunkan mengharap Tuhan memberikan yang terbaik untuk hambaNya.  Kalaupun dengan membuka percakapan duluan atau mengutarakan sanggup mengubah keadaan, aku tetap meimilih unt...